Penyaluran Kredit BPR/BPRS Wilayah Sekarkijang mencapai Rp2,17 triliun atau tumbuh 4,28 persen. 

Reporter : M Aris Effendi
Suasana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember melakukan Rapat Koordinasi dengan seluruh staf dan pegawai OJK wilayah Sekarkijang (eks-Karesidenan Besuki dan Lumajang)

 


Jember, JatimUPdate.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember terus memperkuat ketahanan industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) melalui evaluasi kinerja industri dan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Baca juga: Dari Uang Saku Margono dan Patungan Rakyat, Jatuh ke Kubangan Fraud Petani Bodong

Sebagai bagian dari upaya tersebut, OJK Jember menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Kinerja BPR dan BPRS Semester I Tahun 2026 serta Penguatan Kapasitas Pegawai 
BPR/BPRS di Yogyakarta, Rabu (15/7).

Kegiatan tersebut diikuti oleh pengurus dan pegawai BPR/BPRS dari wilayah kerja OJK Jember yang meliputi kawasan Sekarkijang (eks-Karesidenan Besuki dan Lumajang) dengan mengusung tema Align, Learn & 
Transform: Menyelaraskan Kinerja, Menguatkan Kapasitas, dan Mendorong Transformasi Berkelanjutan dalam Mewujudkan Industri BPR/BPRS yang Sehat, 
Tangguh, Adaptif, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan.

Program penguatan kapasitas pegawai BPR/BPRS tersebut merupakan implementasi 
Blueprint Pengembangan Sumber Daya Manusia Sektor Jasa Keuangan (SDM SJK) 
untuk membangun SDM yang profesional, kompeten, berintegritas, adaptif terhadap 
perubahan, serta mampu menjawab tantangan industri jasa keuangan yang semakin 
kompleks dan dinamis.

Kepala OJK Jember Aris Budiman menyampaikan bahwa penguatan kualitas SDM harus berjalan seiring dengan peningkatan kinerja dan tata kelola BPR/BPRS.

“SDM yang unggul menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan usaha, 
meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, serta mendorong inklusi keuangan yang lebih luas, khususnya di daerah,” kata Aris.

Pada kesempatan tersebut, Aris juga menyampaikan bahwa kinerja BPR/BPRS di wilayah Sekarkijang hingga Mei 2026 masih menunjukkan pertumbuhan yang positif. 

Baca juga: Fraud di BNI Pelanggaran Berat Atas Ekonomi Konstitusi

Penyaluran kredit mencapai Rp2,17 triliun atau tumbuh 4,28 persen secara tahunan 
(year on year/yoy), dengan kontribusi terbesar ditopang oleh sektor Perdagangan Besar 
dan Eceran. Capaian tersebut mencerminkan peran aktif BPR/BPRS dalam 
mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha di daerah.

Kontribusi penyaluran kredit terbesar berasal dari Kabupaten Jember sebesar 
Rp989,58 miliar, diikuti Kabupaten Banyuwangi sebesar Rp267,08 miliar.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, OJK terus mendorong BPR/BPRS memanfaatkan peluang pertumbuhan ekonomi daerah melalui penyaluran 
pembiayaan yang produktif, khususnya kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian daerah.

Dalam kegiatan evaluasi tersebut, OJK juga membahas berbagai aspek strategis yang memengaruhi kesehatan dan keberlangsungan usaha BPR/BPRS, meliputi penguatan 
permodalan, penerapan tata kelola yang baik, pelindungan konsumen, serta penyusunan rencana aksi keuangan berkelanjutan.

Baca juga: Jadi Tuan Rumah KRAI 2026, UNEJ Persembahkan Juara Tiga Lewat Robot Lahbako-San

Evaluasi tersebut diharapkan menjadi sarana bagi BPR/BPRS untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan sekaligus memperkuat daya tahan dalam menghadapi dinamika industri jasa keuangan.

OJK meyakini bahwa sinergi antara penguatan kelembagaan, peningkatan kompetensi 
SDM, penerapan tata kelola yang baik, serta pelindungan konsumen menjadi fondasi penting bagi BPR/BPRS untuk terus tumbuh, meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian daerah, dan memberikan layanan keuangan yang semakin berkualitas 
kepada masyarakat.

Ke depan, OJK Jember akan terus mendorong pengembangan industri BPR/BPRS yang sehat, kuat, berintegritas, adaptif, dan berdaya saing sebagai bagian dari upaya mewujudkan sektor jasa keuangan yang inklusif serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di wilayah Sekarkijang.

Pewarta F. Wawan. (ries/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru