Oleh Septivan Wismo Pratama
Baca juga: PDM Jember Siapkan Pabrik Minyak Goreng MI-KITA, Nilai Investasi Diperkirakan Capai Rp20 Miliar
Jember, JatimUPdate.id - Mengawali langkah pengabdian masyarakat dalam skema KKN IP (Inovasi Pesantren) 2026, tim 10 mahasiswa KKN Inovasi Pesantren UPN ‘Veteran’ Jawa Timur mematangkan hasil observasi lapangan dan pemetaan potensi wilayah sepanjang pekan pertama penerjunan di Pondok Pesantren Ahlul Irfan Al-Kholily, Bangsalsari, Kabupaten Jember.
Kegiatan observasi mendalam ini bertujuan untuk memvalidasi kondisi riil di lapangan serta menyelaraskan jajaran rancangan program kerja mahasiswa dengan kebutuhan prioritas pengurus dan para santri.
Selama sepekan pertama, tim 10 KKN Inovasi Pesantren yang beranggotakan 10 mahasiswa dari berbagai disiplin keilmuan melakukan pendekatan sosiologis melalui wawancara mendalam bersama jajaran pengasuh pondok, diskusi interaktif dengan pengurus harian, serta peninjauan langsung ke seluruh area fisik fasilitas pesantren.
Ketua Tim 10 KKN Inovasi Pesantren, Rifky Raditya Firdaus, menyampaikan bahwa fase observasi minggu pertama ini menjadi pijakan vital agar seluruh program kerja yang digagas tepat sasaran dan berkesinambungan.
"Observasi minggu pertama ini bukan sekadar formalitas perkenalan, melainkan proses pemetaan kritis. Kami turun langsung melihat potensi tata kelola lingkungan, aktivitas ekonomi koperasi, hingga infrastruktur literasi dan media siber yang ada di Ponpes Ahlul Irfan Al-Kholily. Hasil temuan lapangan ini menjadi bahan pemetaan kami untuk mematangkan program kerja yang akan kami eksekusi nantinya," ujar Rifky, Sabtu (25/7).
Baca juga: Penyaluran Kredit BPR/BPRS Wilayah Sekarkijang mencapai Rp2,17 triliun atau tumbuh 4,28 persen.
Dari hasil penelusuran dan wawancara observasi pada minggu pertama ini, kelompok 10 KKN Inovasi Pesantren mengidentifikasi beberapa poin temuan strategis yang terbagi ke dalam tiga klaster utama:
1. Klaster Edukasi dan Pemberdayaan: Tim mencatat perlunya akselerasi keterampilan literasi digital dan kecakapan menulis kreatif bagi santri, penguatan kesadaran hukum serta diplomasi lisan (Law Talks & Diplomatic Speak), pematangan orientasi karir (Future Talks), hingga kebutuhan modernisasi manajerial koperasi berbasis Smart Business Mentoring (SBM).
2. Klaster Sosial dan Lingkungan: Ditemukan potensi pemanfaatan lahan kosong dan pengelolaan limbah organik yang masih bisa dioptimalkan. Tim melakukan pemetakan pada beberapa titik strategis untuk nantinya akan dilakukan program revitalisasi Green House, pembuatan Taman TOGA, budidaya maggot sebagai salah satu upaya untuk penguraian sampah organik , hingga penyiapan sistem Budikdamber (Budidaya Ikan dalam Ember) sebagai efisiensi penggunaan lahan pondok pesantren.
3. Klaster Media dan Komunikasi: Hasil pemetaan menunjukkan perlunya penguatan identitas visual dan penataan navigasi kawasan pesantren.
Tim menginventarisasi kebutuhan pembuatan website baru, perancangan Company Profile, penyusunan Brand Guideline media sosial, peningkatan SEO Google Maps, hingga pengadaan papan penunjuk arah (way-finding) serta identitas ruangan berbasis multilingual (Indonesia, Inggris, dan Arab).
Keterbukaan dan dukungan dari pihak pengasuh Pondok Pesantren Ahlul Irfan Al-Kholily selama minggu pertama menjadi modal awal bagi tim KKN Inovasi Pesantren 10 UPN Veteran Jawa Timur.
Berbekal data observasi yang telah tervalidasi, kelompok mahasiswa siap melangkah ke fase eksekusi dan pendampingan program kerja secara bertahap pada pekan-pekan yang akan datang demi mewujudkan ekosistem pesantren yang mandiri, berdaya saing, dan berwawasan hijau. (red)
Editor : Redaksi