Surabaya, JatimUPdate.id – Maraknya kecanduan gadget di kalangan anak-anak dan remaja kini menjadi perhatian serius para orang tua, pendidik, hingga praktisi kesehatan mental.
Merespons tantangan digital tersebut, Rumah Broadcast Indonesia bekerja sama dengan Komnas Perlindungan Anak (PA) Kota Surabaya sukses menggelar workshop edukatif dan aplikatif bertajuk cara mengatasi kecanduan gadget melalui metode hipnoterapi.
Baca juga: Siap Bersaing Di Era Digital, Podcast 'SEMEJA' Resmi Dilincurkan Dengan Kemasan Ringan Dan Solutif
Acara yang berlangsung hangat ini menghadirkan pakar hipnoterapi terkemuka, Rini Prijani, S.I.Kom., CCHT., CI.
Selama sesi berlangsung, beliau membagikan teknik-teknik terapan praktis bagaimana meretas pola pikir dan kebiasaan buruk ketergantungan layar smartphone agar bisa dialihkan menjadi perilaku yang lebih positif dan produktif.
Workshop ini menarik antusiasme yang luar biasa dari berbagai kalangan peserta. Tak hanya diikuti oleh remaja tingkat SMP dan SMA, acara ini juga dihadiri oleh para ibu rumah tangga, guru/tenaga pendidik, hingga praktisi terapis.
Baca juga: Menghadirkan Kembali Sosok Ayah: Mengurai Fenomena Fatherless di Surabaya
Kehadiran latar belakang peserta yang beragam ini menunjukkan bahwa isu kecanduan gadget membutuhkan penanganan kolektif dari lingkungan keluarga hingga sekolah.
Suasana workshop berlangsung sangat interaktif. Selain mendengarkan paparan materi, para peserta terlibat aktif dalam sesi tanya jawab mendalam, diskusi kelompok, serta praktik langsung teknik relaksasi dan stimulasi pikiran bawah sadar di bawah bimbingan langsung Rini Prijani.
Baca juga: Mengenang dr. Jusuf Wibisono, Pendiri FK Umsura
"Kami ingin memberikan solusi nyata dan praktis yang bisa langsung diterapkan di rumah maupun di sekolah. Hipnoterapi menjadi salah satu pendekatan yang sangat efektif karena menyasar langsung akar masalah di pikiran bawah sadar," ujar Rini Prijani di sela-sela acara.
Melalui kolaborasi antara Rumah Broadcast Indonesia dan Komnas PA Surabaya ini, diharapkan para peserta—khususnya orang tua dan guru—dapat membawa pulang pemahaman baru serta keterampilan praktis untuk mendampingi anak-anak agar lebih bijak dan sehat dalam membatasi penggunaan gadget. (roy/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat