Program MBG Bondowoso Tetap Berjalan di Ramadan, Makanan Kering Jadi Solusi Berbuka

Reporter : -
Program MBG Bondowoso Tetap Berjalan di Ramadan, Makanan Kering Jadi Solusi Berbuka
Komandan Kodim 0822 Bondowoso, Letkol Arh Achmad Yani

 

Bondowoso, JatimUpdate.id,– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bondowoso tetap berlangsung meskipun memasuki bulan Ramadan.

Baca Juga: Separuh Badan Jalan Ambrol, Jembatan Sentong Ditutup Total; Perbaikan Diperkirakan 8 Bulan

Untuk menyesuaikan dengan kondisi puasa, makanan yang diberikan kepada para pelajar dikemas dalam bentuk makanan kering yang lebih tahan lama dan bisa dikonsumsi saat berbuka.  

Komandan Kodim 0822 Bondowoso, Letkol Arh Achmad Yani, menegaskan bahwa langkah ini diambil agar manfaat MBG tetap optimal selama Ramadan.  

"Makanannya dikemas dalam bentuk yang lebih tahan lama, sehingga anak-anak bisa membawanya pulang dan menikmatinya saat berbuka," ujarnya, Jumat (7/3/2025).  

*Dapur SPPG Tetap Beroperasi, Penerima Manfaat Tak Berkurang*

Meskipun menyesuaikan dengan bulan Ramadan, jumlah penerima manfaat MBG tetap sama. Program ini terus mengandalkan dapur Satu Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di eks Mako 514, Kelurahan Badean, Kecamatan Bondowoso.  

Dengan kapasitas melayani 3.000 siswa dalam radius 4 km, dapur ini terus memastikan asupan bergizi tersalurkan dengan baik. Sejak diluncurkan pada 13 Januari 2025, program ini telah menjangkau 2.782 siswa dari 12 sekolah di Kecamatan Bondowoso.  

"Dalam penyaluran makanan, kami pastikan seluruh siswa dalam satu kelas mendapatkan bagian. Tidak boleh ada yang tertinggal," tegas Achmad Yani.  

Baca Juga: Jembatan Sentong Bondowoso–Jember Ditutup Total, Struktur Ambrol dan Retak Parah, Arus Lalu Lintas Dialihkan

*Ekspansi Program: Tambahan Tiga Dapur Baru*

Untuk memperluasjangkauan program, Kodim 0822 berencana membangun tiga dapur SPPG tambahan pada tahun ini. Dapur-dapur baru tersebut akan didirikan di Kecamatan Sumber Wringin, Maesan, serta satu lagi di eks Mako 514.  

"Dapur baru akan dibangun di lahan milik Kodim dan Pemda agar bisa menjangkau lebih banyak penerima manfaat," jelasnya.  

Terkait rencana dapur SPPG hybrid, Achmad Yani mengungkapkan bahwa hingga saat ini kesiapan peralatan seperti ompreng masih belum tersedia.  

Baca Juga: BREAKINGNEWS: Jembatan Sukowiryo di Jalan Mastrip Bondowoso Ambrol Satu Sisi, Akses Dibatasi Ketat

Sementara itu, bahan makanan yang digunakan dalam program MBG akan diprioritaskan dari petani lokal dan UMKM di Bondowoso.  

"Kami utamakan bahan baku dari petani dan UMKM setempat agar program ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat," tandasnya.  

Dengan tetap berjalannya MBG selama Ramadan, diharapkan semakin banyak anak yang mendapatkan asupan gizi seimbang, meskipun sedang menjalankan ibadah puasa.

Langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah dan Kodim 0822 dalam menjaga kesejahteraan pelajar di Bondowoso. (ries/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat