Kodim 0822 dan Bulog Bondowoso Bersinergi Optimalkan Penyerapan Gabah dan Beras untuk Ketahanan Pangan
Bondowoso, JatimUPdate.id,- Kodim 0822 Bondowoso bersama Bulog Cabang Bondowoso menggelar pertemuan penting dengan seluruh pengusaha penggilingan padi di Aula Mako Kodim Bondowoso, pada Rabu (12/3/2025) sore.
Baca Juga: Sertijab Ketua Persit KCK Cab XXXVI Dim Bondowoso. Ny. Pipit Suhendra : Terima Kasih Bondowoso
Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan daerah, khususnya dalam mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras dari petani.
Komandan Kodim 0822 Bondowoso, Letkol Arh Achmad Yani, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pihaknya mengajak pengusaha penggilingan padi untuk bersama-sama mensukseskan program ketahanan pangan nasional.
Salah satu langkah utamanya adalah optimalisasi penyerapan beras dan gabah petani yang ditargetkan untuk Bondowoso, yaitu 20.000 ton beras dan 8.900 ton gabah, dengan periode penyerapan dari Februari hingga April 2025.
“Target ini sangat penting untuk memastikan pasokan beras tetap terjaga. Kami akan membeli beras dari penggiling dengan harga pemerintah sebesar Rp 12.000 per kilogram,” ungkap Letkol Achmad Yani.
Penyerapan ini, lanjutnya, akan dicadangkan oleh Bulog untuk memastikan ketersediaan beras yang stabil.
Meskipun sebelumnya penyerapan padi di Bondowoso masih rendah, dengan catatan hanya mencapai 5%dari target, ia tetap optimis bahwa penyerapan kali ini akan lebih maksimal.
Hal ini seiring dengan prediksi panen raya yang diperkirakan terjadi pada Maret 2025.
“Meskipun luas lahan sawah cukup besar, penyerapan sebelumnya masih minim. Namun, dengan panen raya yang akan datang, kami berharap angka penyerapan dapat meningkat,” tambahnya.
Selain pengusaha penggilingan padi, Babinsa juga diminta untuk aktif mendampingi para petani dan Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) dalam memonitor perkembangan panen.
“Kami telah menyiapkan flyer untuk memberitahukan informasi mengenai panen, sehingga jika sudah ada hasil, bisa langsung diinformasikan ke Bulog,” jelasnya.
Kepala Bulog Sub Divre Bondowoso, Hesty Retno Kusumastuti, menegaskan bahwa Bulog berkomitmen untuk mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras guna mendukung ketahanan pangan nasional.
Hingga saat ini, Bulog telah bekerja sama dengan 12 dari 28 mitra penggilingan, meskipun hasil yang dicapai masih belum sesuai harapan.
“Kami terus berusaha semaksimal mungkin, namun tantangan di lapangan tetap ada,” ujarnya.
Hesty menambahkan bahwa kolaborasi dengan mitra penggilingan sangat vital untuk memastikan pasokan beras yang stabil. Ia juga mengimbau agar seluruh pihak, mulai dari petani, Gapoktan, hingga pengusaha penggilingan, ikut berperan aktif dalam mendukung program ini.
"Kerja sama yang solid sangat dibutuhkan agar program ini berjalan dengan optimal,” tandasnya.
Dengan sinergi antara Kodim, Bulog, dan pengusaha penggilingan padi, diharapkan program ketahanan pangan ini dapat berjalan lancar dan memberi dampak positif bagi kesejahteraan petani serta masyarakat Bondowoso secara umum. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat