Beras Hitam Miliki Banyak Manfaat Bagi Tubuh dan Penderita Kanker

avatar Wahyu Bahrudin
  • URL berhasil dicopy
Fadjar Kurnia Hartati seorang Guru Besar Universitas Dr. Soetomo Surabaya yang menjadi narasumber pada kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Provinsi Jawa Timur, bertempat di Hotel Oakwood, Surabaya, Jumat, (13/06/2025).
Fadjar Kurnia Hartati seorang Guru Besar Universitas Dr. Soetomo Surabaya yang menjadi narasumber pada kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Provinsi Jawa Timur, bertempat di Hotel Oakwood, Surabaya, Jumat, (13/06/2025).

 

Surabaya, JatimUPdate.id : Beras Hitam merupakan bahan pangan yang memiliki kandungan positif bagi tubuh, diantaranya sebagai antioksidan dan imunomodulator (Zat yang dapat meningkatkan Imun).

Bahan pangan tersebut di Hak Patenkan oleh salah satu Guru Besar dari Universitas Dr. Soetomo Surabaya.

Fadjar Kurnia Hartati seorang Guru Besar Universitas Dr. Soetomo Surabaya yang menjadi narasumber pada kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Provinsi Jawa Timur, bertempat di Hotel Oakwood, Surabaya, Jumat, (13/06/2025).

Pada saat di wawancarai oleh para awak media Prof Fadjar Kurnia Hartati menyampaikan keberaniannya untuk mendaftarkan hak paten beras hitam.

"Hal ini karena sudah melalui penelitian, saya patenkan beras hitam sebagai antioksidan, sebagai imunomodulator dan anti kanker," ucap Guru Besar Fakultas Pertanian Unitomo.

Selain itu, Prof. Fadjar Kurnia Hartati juga menyampaikan bahwa sudah melakukan riset atau penelitian dari tahun 2017 dan salah satu hasilnya adalah tidak ada efek sampingnya saat mengkonsumsi beras hitam.

"Beras Hitam ini kan bahan pangan ya, jadi tidak ada efek samping, berbeda dengan obat-obatan sintetis," katanya.

Beras Hitam bisa diolah menjadi berbagai macam produk olahan, sama dengan beras-beras yang lain. Beras Hitam bisa digunakan sebagai tepung beras, bubur dan yang secara umum dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia yaitu sebagai nasi.

Perlu diketahui, beras hitam ini cocok dikonsumsi bagi para penderita kanker.

"Salah satu dosen Unitomo sudah membuktikan bahwa bisa meminalisir efek dari kemoterapi, salah satunya tidak rontok rambut," jelasnya.

Lebih jauh, Guru Besar Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian tersebut menjelaskan beberapa hasil penelitianya tentang beras hitam di daerah Kepanjen, Malang, Jawa Timur.

"Jadi, ternyata konsumsi beras hitam secara rutin itu ada anti-agingnya (mengurangi tanda-tanda penuaan pada kulit), bisa awet muda. Beras hitam ini tidak bisa di tanam menggunakan pupuk kimia, harus pupuk organik," pungkasnya. (wb/yh)