Belajar Demokrasi Sejak Dini
Pemilihan Ketua BES PK IPNU/IPPNU di SMK Cendika Bangsa Berjalan Demokratis
Kepanjen, Malang, JatimUPdate.id – Pagi yang cerah di SMK Cendika Bangsa berubah menjadi ajang demokrasi penuh semangat.
Aula sekolah dipenuhi ratusan siswa yang antusias menyambut Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Siswa (BES) PK IPNU/IPPNU masa bakti 2025/2026.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan momen edukatif yang sarat nilai demokrasi, kepemimpinan, serta pembentukan karakter.
Dua pasangan calon tampil di hadapan seluruh siswa dan dewan guru untuk memaparkan visi, misi, serta program unggulan mereka.
Berbagai ide dan inovasi mereka tawarkan: mulai dari pendidikan karakter, penguatan literasi, kedisiplinan, pengembangan organisasi, hingga promosi sekolah melalui media sosial.
Suasana semakin hidup saat sesi tanya jawab dibuka. Baik siswa maupun guru aktif melontarkan pertanyaan yang kritis dan konstruktif.
“Tujuannya bukan hanya melihat kesiapan program, tapi juga menguji kemampuan komunikasi, cara menjawab pertanyaan, serta bagaimana mereka menyikapi persoalan dan mencari solusi,” ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Lila Veni Churoma, S.Pd.
Baca Juga: Pastikan Kelancaran Transaksi 2026, BNI Wilayah 18 Malang Siagakan Layanan Operasional Terbatas
Dalam sambutannya, Kepala SMK Cendika Bangsa, Abdulloh Muthi’, SE, menekankan pentingnya proses ini sebagai bagian dari pendidikan karakter.
“Ini bukan hanya tentang memilih siapa yang akan menjadi ketua, tetapi bagaimana semua yang terlibat—panitia, calon, pendukung—belajar berdemokrasi, berorganisasi, dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Proses pemungutan suara dilakukan secara langsung, bebas, dan rahasia. Siswa bergantian menuju bilik suara, membawa serta pilihan dan harapan untuk masa depan organisasi siswa.
Ada yang melangkah dengan mantap, ada pula yang sempat berdiskusi dengan teman sebelum mencoblos.
Baca Juga: Mendikdasmen Abdul Mu’ti Hadiri Peresmian Gedung Desain Komunikasi Visual SMK Mutia Ngoro Mojokerto
Pemilu mini ini menjadi bukti nyata bahwa demokrasi bisa dipelajari dan dilatih sejak dini.
Lebih dari sekadar memilih ketua, kegiatan ini membentuk siswa menjadi pribadi yang berpikir kritis, komunikatif, dan peduli terhadap lingkungan sosialnya.
Pemilihan ini ditutup dengan penghitungan suara secara terbuka, disaksikan oleh para saksi dari masing-masing calon.
Siapapun yang terpilih nantinya, mereka tidak hanya membawa mandat, tetapi juga harapan besar dari rekan-rekannya untuk membawa organisasi ke arah yang lebih baik. (dek/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat