Pecah Dapil 2029, Parpol Besar Tak Ingin Kecolongan, Jaga Relevansi Kekuatan di Tataran Basis
Surabaya,JatimUPdate.id - Pengamat Politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Ken Bimo Sultono mengatakan, pecah dapil atau penambahan dapil Surabaya pada Pemilu 2029 akan dipengaruhi oleh kepentingan kontestan partai politik.
Sebab, beber Bimo, jika terjadi pecah dapil dipastikan partai politik akan menghitung dampak untung ruginya.
Baca Juga: Kos-kosan Harus di Jalan Raya, Pengamat: Ekonomi Lokal Senjang, Pengusaha Kecil Termarjinalkan
"Pastinya semua ada perhitungannya, kalau misalnya kita tarik dalam konteks kepentingan politik," kata Bimo melalui saluran WhatsApp Jatimupdate, Minggu (29/6).
Bimo menjelaskan, dengan pecah dapil ada partai politik diuntungkan dan dirugikan. Apalagi di kota Pahlawan merupakan basis PDI Perjuangan.
PDI Perjuangan tambah Bimo akan menakar dan mengkalkulasi konsekuensi politik yang harus diterima dari pecah dapil ini.
"Semua akan menghitung untung rugi kalau misalkan dapil ini pecah, mungkin beberapa ada dirugikan atau beberapa diuntungkan. Misalkan kita menakar kota Surabaya basisnya PDIP. PDIP akan menghitung, mengkalkulasi ulang kira-kira bagaimana menjaga dapil kalau misalkan dipecah, apakah akan ada konsekuensi politik yang harus diterima," tutur Bimo.
Baca Juga: Pengamat Ingatkan Pemkot: Abai Situs Sejarah Lemahkan Identitas Kota Pahlawan
Selain itu, urai Bimo PDI Perjuangan butuh adaptasi menjaga relevansi kekuatannya di tataran basis, tak terkecuali Gerindra, Golkar dan PKB. Sebab parpol tersebut dianggap sudah settle
Sehingga, Bimo meyakini parpol tersebut akan mengkaji lebih detail dampak dari pecah dapil
"Mereka akan mengkaji bagaimana menjaga relevansi kekuatan mereka di tataran basis. Akan tetapi menurut saya secara pragmatis partai-partai yang sudah settle akan mencoba memperhitungkan secara lebih detail untung rugi yang akan mereka dapat jika dapil ini dipecah." ungkap Bimo.
Baca Juga: Aroma 2029 di Surabaya: Armuji, Kandang Banteng, dan Manuver Dini Kekuasaan
Pasalnya, sebut Bimo partai politik tersebut tidak ingin kecolongan dan persaingan semakin intens di antara kompetitor.
"Kalau misalkan dapil ini dipecah, mereka tidak mau akan mengatur ulang strategi, sehingga mereka tidak akan kecolongan dan persaingan juga akan lebih intens," demikian KenBimo Sultoni. (Roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat