Dukung Efisiensi Operasional dan Distribusi Logistik TPS Terapkan Terminal Booking System
Surabaya,JatimUPdate.id – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), anak perusahaan Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), menggelar sosialisasi uji coba Terminal Booking System (TBS) kepada pengguna jasa dan sejumlah asosiasi pengguna jasa, di Java Meeting Room TPS.
Kepala Bidang Lalu Lintas, Angkutan Laut dan Kepelabuhanan KSOP Utama Tanjung Perak, Nanang Afandi, mengatakan, TBS merupakan sistem penjadwalan kedatangan truk melalui pembagian time slot, yang memungkinkan pengaturan arus kendaraan ke terminal secara lebih merata dan terkendali.
Baca Juga: Perkuat Standar K3, PT Terminal Petikemas Surabaya Lakukan Drill Penanganan Barang Berbahaya
"Sistem ini dirancang untuk mengurangi antrean truk pada jam-jam operasional tertentu, mempercepat waktu pelayanan, dan pada akhirnya meningkatkan efisiensi biaya logistik secara keseluruhan." katanya, Jum'at (4/7).
Dengan implementasi TBS ini, diharapkan dapat menurunkan waktu tunggu layanan bongkar muat truk di lapangan penumpukan dari awal gate in hingga gate out, yang dikenal sebagai TRT (Truck Round Time).
Ia menjelaskan, pengurangan TRT secara signifikan akan memberikan dampak positif terhadap kelancaran operasional serta efektivitas pengelolaan armada oleh para pelaku usaha logistik.
"Penerapan TBS menjadi bagian dari komitmen TPS dalam menghadirkan terminal modern yang andal dan berorientasi pada pelayanan pelanggan."
Menurutnya, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak menyampaikan dukungan penuh atas implementasi sistem tersebut.
Baca Juga: Merespons Tantangan Pembibitan Mangrove, TPS Perkuat Pelestarian Pesisir secara Adaptif
“Sambutan TPS terhadap penerapan TBS sangat positif. Kami juga mengimbau para pelaku usaha logistik untuk dapat menyesuaikan jam operasionalnya dengan layanan terminal 24/7, guna mendukung efisiensi logistik dan distribusi rantai pasok nasional,” tegasnya.
Direktur Operasi TPS, Noor Budiwan, menambahkan, TBS akan membantu menciptakan ritme layanan yang lebih terencana dan terukur.
“Penerapan TBS menjadi bagian penting dari konsep terminal modern. Dengan sistem ini, pola kedatangan truk bisa lebih merata dan tidak terpusat di waktu-waktu padat seperti pukul 16.00–24.00. Ini tentu akan berdampak langsung pada kecepatan layanan serta kenyamanan pengguna jasa,” jelasnya.
Ia menjabarkan, uji coba penerapan TBS akan dimulai pada Senin, 7 Juli 2025 pukul 09.00 WIB, dengan pengaturan time slot yang disesuaikan dari semula 8 jam menjadi 4 jam.
Baca Juga: Hadir untuk Sesama, TPS Perluas Dampak Sosial bagi Anak dan Lansia di Malang
"Uji coba ini menjadi langkah familiarisasi bersama seluruh stakeholder, termasuk penyesuaian perilaku operasional pelaku logistik dan penyediaan kanal komunikasi seperti helpdesk jika terdapat kendala selama implementasi." bebernya.
Ketua DPW ALFI Jawa Timur, Sebastian Wibisono, menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif TPS. Sebab dapat meningkatkan efisiensi dan kecepatan layanan.
“TBS adalah sistem yang patut kita dukung bersama, karena tujuannya jelas: meningkatkan efisiensi dan kecepatan layanan logistik.” tegasnya. (Yh)
Editor : Ibrahim