Ngaji Literasi: Gramedia Sambangi Ponpes Modern Sunanul Muhtadin Sidayu Gresik

Reporter : -
Ngaji Literasi: Gramedia Sambangi Ponpes Modern Sunanul Muhtadin Sidayu Gresik
Ratusan santri Putra dan Putri Pondok Pesantren Modern Sunanul Muhtadin mengikuti Ngaji Literasi Gramedia

 

Sidayu, Gresik, JatimUPdate.id - Ratusan santri Putra dan Putri Pondok Pesantren Modern Sunanul Muhtadin mengikuti Ngaji Literasi Gramedia, pada kegiatan tersebut hadir pembicara Aditya Akbar Hakim, penulis buku Rahasia Meraih Nikmat Dunia Akhirat, Senin, (01/09/2025) di Aula Ponpes Modern Sunanul Muhtadin, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik.

Baca Juga: Emil: Ancaman Lingkungan dan Disrupsi AI Nyata, Muhammadiyah Diminta Cetak Generasi Tangguh

Ustadz Danial Syaif, S.Sos, Direktur Ponpes Modern Sunanul Muhtadin dalam pengantar sambutannya mengatakan bahagia, karena dalam kegiatan Ngaji Literasi yang diiringi dengan bazar buku akan dilaksanakan selama lima hari.

"Santri mesti sadar bila dari pesantren literasi berawal. Islam mengajarkan bila membaca jadi perintah pertama dan utama. Kami berharap acara ini bisa memberi dampak demi kemajuan pesantren sehingga kelak bisa lahir para santri yang punya karya." ujar Ustadz muda dengan penuh semangat.

Pada saat yang sama, Aditya Akbar Hakim selaku pembicara dan penulis buku megatakan para santri sangat luar biasa dalam hal minat baca.

"Setiap kali diundang ke pondok, sungguh saya menyaksikan sendiri bila minat baca para santri luar biasa. Bukan soal rendah minat bacanya. Namun, lebih pada ketersediaan bahan bacaan. Ngaji literasi adalah jawaban sekaligus solusi cerdas mendekatkan buku-buku kepada para pembaca, khususnya santri," kata Aditya Akbar mengawali paparannya.

Baca Juga: Milad ke-94, Yayasan Darul Islam Gresik Ajak Seluruh Elemen “Bergerak Bersama, Saling Menguatkan”

Ponpes Modern Sunanul Muhtadin sebagai salah satu pondok yang berada di Kabupaten Gresik, mempunyai komitmen tinggi kepada seluruh santri agar mencintai aktivitas membaca bahkan menulis melahirkan karya.

Hal tersebut dibuktikan dengan adanya ekstra jurnalistik di setiap jenjang pendidikan formal yang ada, yakni mulai SMP, SMK, dan MA. Semua sekolah tersebut, menjadikan jurnalistik sebagai ekstra wajib yang mesti diikuti oleh para santri.

Lebih lanjut, Aditya Akbar Hakim menambahkan bahwa dalam menumbuhkan semangat literasi, berawal dari kesadaran diri para Ustadz dan Ustadzah yang menjadi teladan bagi para santri-santrinya.

Baca Juga: PWI Gresik Bergerak, Ratusan Pohon Produktif Ditanam di Kawasan Banjir Kali Lamong

"Ketika santri membaca satu buku maka gurunya wajib minimal dua buku, santri membaca dua buku, maka gurunya wajib membaca tiga buku. Begitu seterusnya, artinya aspek keteladanan menjadi mutlak wajib dimiliki oleh para guru khususnya yang berbasic pesantren. Sebab, bagaimana pondok telah masyhur sebagai cikal bakal dari nilai-nilai pendidikan yang mengajarkan kedisiplinan, komitmen, tanggung jawab sepanjang full 24 jam non stop dan itu wujud dari literasi," kata Aditya Akbar Hakim.

Dalam rilis yang diterima Redaksi JatimUPdate.id pada Senin (01/09/2025), Event Ngaji Literasi bersama Gramedia merupakan inisiatif dari kedua belah pihak. Pesantren sebagai episentrum pendidikan moral dan literasi sepanjang waktu bersinergi dengan penerbit besar Gramedia.

Hal tersebut sebagai wujud dari saling bergandengan tangan para penentu masa depan bangsa agar generasi mudanya punya nalar kritis serta memiliki stok bacaan yang melimpah. (wb/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat