Warga Mojosantri Mojorejo Keluhkan Pelayanan PDAM
Batu, JatimUPdate.id - Warga di Jalan Mojosantri, Desa Mojorejo, Kota Batu, menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Among Tirto.
Baca Juga: Kejari Sidoarjo Serahkan Rp1,8 Miliar ke Perumda Delta Tirta dari Kasus Korupsi Pasang Baru
Sejak 2022, sekitar delapan hingga sepuluh rumah di kawasan tersebut belum mendapatkan sambungan air bersih, walaupun semua prosedur pengajuan telah dipenuhi. Kondisi ini menimbulkan keresahan dalam mendapatkan distribusi layanan air bersih.
Maryanto, salah satu warga yang terdampak, mengungkapkan rasa frustrasinya.
“Ini bukan lagi soal teknis, tapi soal niat baik PDAM. Kami sudah ajukan sambungan sejak 2022, tapi terus diminta menunggu tanpa kejelasan. Kami bahkan bersedia patungan secara kolektif untuk biaya pemasangan,” ujar Maryanto, Jumat (12/9/2025).
Keresahaan ini semakin nyata ketika rumah-rumah baru di sekitar lokasi yang sama sudah memperoleh akses air PDAM. Fakta tersebut menimbulkan pertanyaan tentang prioritas layanan dan dugaan diskriminasi dalam sistem distribusi PDAM. Warga merasa diperlakukan tidak setara meski telah memenuhi semua persyaratan administratif yang diperlukan untuk pemasangan layanan baru.
Baca Juga: FPN : "Kemerdekaan berbhakti untuk Bumi Pertiwi"
PDAM Among Tirto menjelaskan bahwa wilayah Mojorejo termasuk dalam cakupan tandon Beji, yang sedang menghadapi masalah debit dan batasan air. Namun, warga menganggap alasan ini tidak konsisten dengan kenyataan di lapangan.
Maryanto menambahkan, “Kalau memang masalahnya debit air, kenapa rumah lain bisa pasang? Kami yang sudah lama tinggal di sini malah merasa dipersulit tanpa kepastian. Saya juga sudah melaporkan ini ke kepala desa, tapi belum ada respon yang menggembirakan.”
Kekecewaan warga bertambah setelah adanya pergantian pimpinan PDAM beberapa bulan lalu. Namun, hingga kini, penanganan masalah belum menunjukkan kemajuan signifikan. Hal ini menimbulkan kesan ketidakseriusan PDAM dalam menyelesaikan persoalan yang berdampak langsung pada kebutuhan dasar masyarakat.
Baca Juga: Ficky Erastho Terpilih Pimpin PGSI Jawa Timur
Sebagian Masyarakat Mojosantri mendesak PDAM untuk memberikan penjelasan yang transparan dan segera menyelesaikan masalah distribusi air bersih ini. Mereka menegaskan bahwa sebagai penyedia layanan publik, PDAM harus mengedepankan keadilan dan kepastian dalam pelayanannya, bukan sekadar janji yang belum terealisasi.
Kisah warga Mojorejo ini menyoroti pentingnya pemerataan dan transparansi dalam layanan publik, khususnya air bersih yang merupakan kebutuhan pokok. Ketimpangan dan penundaan yang berkepanjangan dapat menimbulkan ketidakpercayaan dan ketidaknyamanan. Semoga PDAM Among Tirto dapat mengambil langkah tegas untuk memastikan semua warga mendapatkan hak layanan air bersih secara adil dan merata. (dek/mmt)
Editor : Miftahul Rachman