Warga Margorukun Bubutan Sambat Jalan Rusak yang Tak Kunjung Diperbaiki

Reporter : -
Warga Margorukun Bubutan Sambat Jalan Rusak yang Tak Kunjung Diperbaiki
Budi Leksono reses di Margorukun Bubutan, dok jatimupdate.id/fik

Surabaya,JatimuUPdate.id – Puluhan tahun dibiarkan rusak, warga RT 02 RW 02 Margorukun Gundi, Kelurahan Gundi, Kecamatan Bubutan, akhirnya mendesak pemerintah agar segera turun tangan memperbaiki jalan utama mereka. 

Kondisi jalan yang berada tepat di samping rel kereta itu kini hancur dan mendelep, tak pernah tersentuh perbaikan serius.

Baca Juga: Bazar Ramadan Wajib Izin Forkopimcam, Buleks: Kampung Diberi Kemudahan, Jalan Protokol Diawasi Ketat

Aspirasi tersebut mencuat dalam reses masa sidang ke-2 tahun 2025 yang digelar Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, Budi Leksono, di Jalan Tembakan Gang II, Bubutan, Senin (15/9). Turut hadir mendampingi, Muhammad Jupri, yang dikenal sebagai motor penggerak aspirasi masyarakat setempat.

Ketua RT 02 RW 02 Margorukun Gundi, Hesti Rahayu, menuturkan permintaan perbaikan sebenarnya sudah berkali-kali diajukan ke Kelurahan Gundi. Bahkan, pihak kelurahan pernah melakukan survei lapangan. 

Namun, realisasinya tak kunjung jalan dengan alasan lebar jalan yang mencapai 3–4,5 meter dianggap kewenangan Pemprov Jatim.

“Padahal jalan ini akses utama warga Kelurahan Gundi, termasuk RT 01, RT 02, dan RT 09. Kalau tidak lewat sini, warga harus memutar lewat jalan kampung yang sulit dilalui mobil atau truk,” kata Hesti, Senin (15/9) malam.

Selain jalan, warga juga menuntut perbaikan saluran selokan yang selama ini menjadi penyebab banjir saat musim hujan. 

Baca Juga: Reses di Rusun Randu, Saiful Bahri Terima Keluhan Mahalnya Token Listrik

Warga mengaku sudah puluhan tahun melakukan perbaikan secara swadaya, dan itu hanya bertahan sementara.

Tak berhenti di situ, tuntutan warga bertambah dengan kebutuhan pemasangan CCTV. 

Lokasi Margorukun dianggap rawan karena menjadi jalur alternatif menuju Dupak Grosir dan Jalan Semarang, bahkan kerap dipakai jalur pelarian pelaku kejahatan.

Baca Juga: Warga Bondowoso Tunggu Reaktivasi KA, DPRD Jatim: Bisa Dongkrak Ekonomi

“CCTV juga bisa untuk mengawasi kendaraan yang parkir sembarangan di sepanjang jalan. Jadi bukan hanya soal keamanan kriminal, tapi juga ketertiban lalu lintas lingkungan,” jelas Hesti.

Budi Leksono mengaku siap menindaklanjuti aspirasi tersebut. Menurutnya, persoalan jalan rusak, selokan, hingga keamanan lingkungan merupakan kebutuhan dasar warga yang tidak bisa ditunda.

“Insya Allah, kami siap membantu dan menindaklanjuti aspirasi warga. Kehadiran kami di sini bukan hanya mendengar, tapi juga membawa solusi awal dan evaluasi setiap tahun,” demikian Budi Leksono. (Roy)

Editor : Miftahul Rachman