Syamsul Qomar Tegaskan KAHMI Harus Jadi Penggerak Perubahan

Reporter : -
Syamsul Qomar Tegaskan KAHMI Harus Jadi Penggerak Perubahan
Sekjend MN Kahmi, Syamsul Qomar (tengah memegang mic) sedang melakukan jumpa pers.

Makassar, JatimUPdate.id – Sekretaris Jenderal Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) Syamsul Qomar menegaskan bahwa KAHMI tidak boleh hanya menjadi organisasi simbolik, tetapi harus tampil sebagai kekuatan intelektual yang mampu menggerakkan perubahan sosial dan pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan Syamsul Qomar dalam konferensi pers persiapan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) KAHMI Sulawesi, yang akan digelar pada 10–11 Oktober 2025. Acara ini turut dihadiri Koordinator Presidium MW KAHMI Sulsel, H. Ni’matullah RB, SE., Ak., dan Ketua Panitia, Ir. Fadriaty AS, ST., MM.

Baca Juga: Dies Natalis ke-79, HMI Bondowoso Tegaskan Komitmen Perkuat Nilai Perjuangan dan Perkaderan

“KAHMI adalah rumah besar para intelektual bangsa. Sudah saatnya peran itu ditunjukkan dengan ide, kolaborasi, dan kerja nyata, bukan sekadar seremoni,” ujar Syamsul Qomar.

Rakorwil Jadi Ajang Sinergi Intelektual Sulawesi

Syamsul Qomar menilai Rakorwil kali ini memiliki makna strategis, karena mempertemukan seluruh unsur Majelis Wilayah dan Majelis Daerah se-Sulawesi untuk memperkuat jejaring dan arah gerak organisasi.

Rakorwil juga akan dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), serta para gubernur, bupati, dan wali kota se-Sulawesi Selatan.

“Sulawesi adalah episentrum pembangunan Indonesia Timur. KAHMI harus mengambil peran strategis dalam menyatukan potensi dan gagasan untuk kemajuan wilayah ini,” tegasnya.

Syamsul menambahkan, KAHMI tidak boleh terjebak dalam aktivitas formalitas, melainkan harus menjadi pusat gagasan, penggerak perubahan, dan jembatan antara intelektualitas dan kebijakan publik.

Baca Juga: LK II–LKK HMI Bondowoso–Situbondo Ditutup, Proses Kaderisasi dan Kualitas Kader Ditekankan

Ia menjelaskan bahwa urgensi Rakorwil kali ini terletak pada tiga hal utama.

Pertama, konsolidasi organisasi, agar koordinasi antarstruktur KAHMI di seluruh provinsi Sulawesi semakin solid.
Kedua, sinkronisasi program dan gagasan strategis, supaya gerak organisasi di daerah sejalan dengan kebijakan nasional KAHMI. Ketiga, penguatan peran intelektual dan sosial, sehingga alumni HMI dapat menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah.

“Kami ingin Rakorwil ini melahirkan gagasan yang bisa diimplementasikan, bukan hanya disepakati di atas kertas. Hasilnya harus berdampak bagi masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Presidium MW KAHMI Sulsel, H. Ni’matullah RB, menyampaikan bahwa Rakorwil ini mengusung tema “Sinergi KAHMI untuk Sulawesi Maju dan Indonesia Emas 2045.”

Baca Juga: Koordinator Presidium Kahmi Abdullah Puteh: Potensi KAHMI Luar Biasa untuk Percepat Pembangunan

“Kami ingin KAHMI hadir sebagai inspirasi bagi generasi muda, sekaligus mitra kritis dan konstruktif bagi pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Ir. Fadriaty AS, memastikan seluruh persiapan berjalan baik dan siap menyambut peserta dari berbagai provinsi.

“Kami ingin Rakorwil ini menjadi forum yang melahirkan semangat baru dan langkah konkret bagi kemajuan Sulawesi,” katanya.

Dengan semangat keislaman, keindonesiaan, dan kealumnian, Rakorwil KAHMI Sulawesi diharapkan menjadi titik tolak kebangkitan intelektual dan moral untuk mewujudkan Indonesia yang lebih adil, berdaya, dan bermartabat (*)

Editor : Redaksi