Jalan Panjang PMII Perjuangan Dr. Soetomo: Menjaga Nilai dan Merawat Gerakan

Reporter : -
Jalan Panjang PMII Perjuangan Dr. Soetomo: Menjaga Nilai dan Merawat Gerakan
Roy Arudam, dok Jatimupdate.id

Surabaya,JatimUPdate.id – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Perjuangan Dr. Soetomo telah berusia sekitar dua dekade. Cikal bakalnya muncul dari forum diskusi sejumlah sahabat antara lain Kamil, Mukhsin, dan Barnabas pada tahun 1997.

Setahun kemudian, tepatnya 1998, PMII Perjuangan Dr. Soetomo resmi dideklarasikan dengan Sahabat Kamil sebagai Ketua Umum pertama. Sejak saat itu, organisasi ini tumbuh dan berkembang menjadi komisariat yang matang serta mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Baca Juga: Kopri PMII Sidoarjo Kecam Tayangan Trans7 yang Dinilai Merendahkan Kiai Pesantren

Menjawab Tantangan Pergerakan

Perjalanan PMII Perjuangan Dr. Soetomo tak selalu mulus. Banyak sorotan dan tantangan yang dihadapi, baik dari internal maupun eksternal. Namun, semuanya disikapi dengan kedewasaan dan semangat menjaga marwah pergerakan.

Pernah pula mengalami masa paceklik kader, sebuah fase yang juga dialami banyak komisariat lain. Faktor geografis kampus dan minimnya kreativitas dalam rekrutmen menjadi penyebabnya. Tetapi keadaan itu tidak bertahan lama. Melalui komunikasi intens dengan para senior, semangat kaderisasi kembali tumbuh.

Hubungan yang hangat dengan para senior itu kemudian memunculkan gagasan-gagasan baru. Kader semakin kreatif, berani mengambil langkah berbeda, dan aktif dalam berbagai kegiatan bersama organisasi kepemudaan maupun LSM. Sejak itu, eksistensi PMII Perjuangan Dr. Soetomo makin diperhitungkan di kancah pergerakan mahasiswa Surabaya.

Menjaga Keseimbangan dan Nilai Keilmuan

Selain aktif dalam aksi sosial dan advokasi, PMII Perjuangan Dr. Soetomo juga konsisten menjaga keseimbangan melalui kegiatan intelektual. Seminar-seminar rutin digelar untuk memperkaya wawasan kader dan memperkuat nalar kritis.

Topik yang diangkat pun selalu relevan dengan isu publik terkini, menghadirkan narasumber berkompeten dari berbagai bidang. Hasilnya, kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi kader, tetapi juga berdampak positif bagi mahasiswa dan masyarakat luas.

‘Perjuangan’ Sebagai Azimat

Frasa ‘perjuangan’ menjadi azimat yang menuntun langkah organisasi ini.  bukan cuma nama, tetapi semangat yang hidup di setiap kader PMII Perjuangan Dr. Soetomo.

Spirit perjuangan itulah yang menjaga organisasi ini tetap tegak berdiri. Tidak mudah diintervensi, dan selalu berupaya mempertahankan independensi di tengah dinamika pergerakan mahasiswa.

Karena itu, ketika muncul koalisi tertentu di tubuh pergerakan, PMII Perjuangan Dr. Soetomo memilih tetap di luar lingkaran. Bergabung hanya akan menghilangkan kemandirian dan menumpulkan kreativitas kader.

Pola seperti itu bisa menjebak organisasi pada sistem yang kaku seperti arisan jabatan yang menafikan kompetensi kader. Dan itu bukan cita-cita para pendiri maupun senior yang dulu membesarkannya.

Empat Pilar Penguat Gerakan

Sebagai tonggak utama, PMII Perjuangan Dr. Soetomo memiliki empat pilar yang menjadi fondasi pergerakannya. Pilar ini menjaga arah organisasi tetap kuat dan berkesinambungan.

Baca Juga: Wamen HAM Mugiyanto Raih Gelar Magister di Unitomo, Teladan Akuntabilitas dan Komitmen Pendidikan

1. Mental Kuat

Mental tangguh menjadi bekal utama dalam menghadapi tantangan pergerakan. Aktivitas seperti aksi sosial, turun ke jalan, hingga kajian rutin membutuhkan daya tahan dan keteguhan sikap. PMII Perjuangan Dr. Soetomo menyadari, sorotan dan ujian merupakan bagian dari perjalanan, bukan penghalang.

2. Wacana Hebat

Kader PMII Perjuangan dituntut memiliki wawasan luas dan kemampuan berwacana lintas disiplin ilmu. Kompleksitas latar belakang akademik kader ini menjadi kekuatan untuk membentuk cara berpikir yang tajam dan terbuka.

3. Aksi Selaras

Aksi merupakan napas pergerakan. PMII Perjuangan Dr. Soetomo tetap memandang turun ke jalan sebagai bagian dari tanggung jawab moral menyuarakan keadilan. Namun aksi harus selaras dengan nilai-nilai ke-PMII-an, edukatif, solutif, dan berpihak pada rakyat.

4. Kewirausahaan

Bidang usaha menjadi ruang baru yang kini mulai digarap serius oleh kader PMII Perjuangan Dr. Soetomo. Mereka belajar mandiri, membangun usaha, dan memperkuat ekonomi organisasi. Harapannya, suatu saat akan terwujud koperasi kader dan alumni, sehingga PMII Perjuangan benar-benar mandiri secara ekonomi.

Baca Juga: Dari Kamal ke Senayan: Eric Hermawan, Raih Gelar Sarjana Hukum Unitomo

Meneguhkan Rumah Gerakan

Dari sinergi antara spirit perjuangan dan empat pilar tersebut, PMII Perjuangan Dr. Soetomo harusnya tumbuh menjadi kekuatan embrio yang layak dijadikan rujukan dalam dunia pergerakan.

Namun semuanya tentu butuh kesabaran, konsistensi, dan kekompakan. Hanya dengan itu, cita-cita membangun “rumah gerakan” sebagaimana dambaan para pendiri dapat benar-benar terwujud.

Kemandirian dan konsistensi itu kini menemukan bentuk baru dengan berdirinya Ikatan Alumni (IKA) PMII Perjuangan Unitomo.

Kehadiran IKA merupakan semangat pergerakan yang tidak berhenti di kampus, melainkan terus hidup dalam kiprah para alumni di berbagai bidang.

Melalui IKA, tali silaturahmi antar-generasi kader semakin kuat, dan menjadi wadah untuk merawat nilai perjuangan yang telah diwariskan sejak masa awal berdirinya PMII Perjuangan Dr. Soetomo.

*) Oleh: Roy Arudam, Pengurus IKA PMII Perjuangan Dr. Soetomo

Editor : Yuris. T. Hidayat