Menjaga dan Melestarikan Budaya Kangean di Tengah Arus Kemajuan

Reporter : -
Menjaga dan Melestarikan Budaya Kangean di Tengah Arus Kemajuan
Ponirin Mika

 

Oleh : Ponirin Mika

Baca Juga: Ketum JongMa Ponirin Mika: Hengkangnya Kapal Seismik PT KEI, Awal Kemenangan Warga Kangean

Ketua JongMa Probolinggo Raya Pemuda asal Gelaman Arjasa Kepulauan Kangean yang saat ini berada di Paiton Probolinggo

 

Kangean, Sumenep, JatimUPdate.id - Kepulauan Kangean adalah gugusan pulau di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, terletak sekitar 120 km di timur laut Pulau Madura.

Masyarakatnya menuturkan Bahasa Kangean, yang masih satu rumpun dengan bahasa Madura tetapi memiliki kekhasan tersendiri.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa identitas sosial orang Kangean terbentuk dari interaksi panjang antara etnis Madura, Bugis, Bajo, Arab, hingga Tionghoa—menjadikan budaya Kangean kaya, berlapis, dan unik (Sumber: Lontar Madura; jurnal UIN Suka; jurnal UNAIR).

Dengan karakter geografis kepulauan yang terpisah dari Madura, masyarakat Kangean membangun identitas budaya yang kuat, termasuk tradisi seperti Pangkak (ritual panen) dan Lombe (adu kerbau).

Kemajuan Kepulauan Kangean dari Berbagai Sektor

1. Sektor Kelautan & Perikanan

Penelitian Poltesa (2023) menunjukkan bahwa ekosistem terumbu karang di Kangean masih dalam kondisi baik, sehingga mendukung sektor perikanan yang menjadi sumber ekonomi utama warga. Namun studi lain (Garuda Kemdikbud, 2022) menegaskan bahwa pengelolaan pesisir belum optimal, sehingga rentan terhadap eksploitasi berlebihan dan konflik ruang laut.

Baca Juga: Nelayan Kangean Gelar Aksi di Laut Tolak Eksplorasi Migas, Kapal Seismik Diminta Hengkang

Ini berarti kemajuan sektor kelautan membutuhkan strategi keberlanjutan agar kesejahteraan nelayan tetap meningkat tanpa merusak ekosistem laut.

2. Sektor Pariwisata

Analisis potensi wisata oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM, 2021) menegaskan bahwa Kangean memiliki daya tarik wisata bahari yang sangat tinggi, mulai dari pantai, diving, hingga budaya pesisir. Namun persoalan klasik seperti infrastruktur transportasi, pelabuhan, air bersih, dan promosi wisata masih menjadi penghambat.

Jika infrastruktur dasar diperkuat, sektor ini berpeluang menjadi pengungkit ekonomi terbesar di Kangean.

3. Sektor Energi & Migas

Keberadaan Blok Kangean di Pulau Pagerungan Besar, yang dikelola berbagai perusahaan migas sejak 1990-an, memberikan dampak ekonomi dan pembangunan. Laporan investigasi Mongabay (2025) mencatat bahwa masyarakat merasakan manfaat ekonomi, namun di sisi lain ada kekhawatiran terkait dampak lingkungan, batas ruang tangkap nelayan, dan ketimpangan distribusi manfaat.

Baca Juga: Jong Madura Probolinggo Desak Pemerintah Segera Hadir Selesaikan Konflik PT KEI

Ini menandakan bahwa meski energi menjadi sektor yang mendorong kemajuan Kangean, tetap perlu tata kelola yang adil dan transparan.

4. Sektor Budaya dan Identitas Lokal

Penelitian UNAIR (2019) mengungkap bahwa masyarakat Kangean mengalami fenomena “resistensi identitas Kemaduraan”, artinya mereka merasakan identitas yang berbeda dari masyarakat Madura pada umumnya. Tradisi seperti Pangkak, Lombe, musik tradisional, dan ritual laut memperkuat kebanggaan budaya lokal.

Penelitian UIN Sunan Kalijaga (2020) menunjukkan bahwa tradisi-tradisi tersebut berfungsi bukan hanya sebagai adat, tetapi juga sebagai mekanisme sosial yang memperkuat solidaritas masyarakat.

Kepulauan Kangean adalah wilayah yang sangat kaya identitas budaya, baik dari sisi bahasa, tradisi maupun struktur sosialnya. Di tengah perkembangan sektor perikanan, pariwisata, dan migas, pelestarian budaya harus berjalan seiring dan tidak boleh dianggap sebagai penghambat kemajuan. (pm/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat