PDP Jember Proyeksikan Laba Naik 5 Kali Lipat, Siap Dukung Swasembada Pangan
Jember, JatimUpdate.id - Dalam rangka memperingati Hari Perkebunan Nasional ke 68, Perusahaan Umum Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan, menunjukkan kinerja keuangan yang melonjak signifikan dan menegaskan komitmennya untuk mendukung program ketahanan pangan, terutama di sektor gula dan jagung.
Direktur Utama PDP Jember Sofyan Sauri, saat mengikuti kegiatan Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa / Kelurahan) di Desa Glantangan Kecamatan Tempurejo, menyatakan perusahaan menargetkan surplus laba meningkat hingga lima kali lipat pada tahun 2025, dibandingkan tahun sebelumnya.
"Insyaallah kita surplus, Mas. Surplus yang awalnya hanya 87jt ini,insyaallah kita bisa sampai 5 kali lipat,kita rencanakan sekitar hampir Rp300 atau Rp500 juta," ujar sofyan, kepada media ini, pada Minggu (14/12/2025).
Karet Tetap Jadi Andalan Utama
Struktur bisnis utama (core business) PDP Jember saat ini masih ditopang kuat oleh hasil perkebunan, dengan karet menjadi penyumbang pendapatan terbesar.
"Core business-nya ya perkebunan, yaitu karet, penyumbang pendapatan terbesar, sekitar 70-an persen, selebihnya ada kopi, sama yang baru ini tebu," jelasnya.
Selain komoditas utama tersebut, perusahaan juga mengelola hasil kayu-kayuan yang bersifat produktif, seperti sengon, jabon, dan balsa, sambil tetap menjaga kayu naungan seperti jati dan trembesi.
"Itu pokok kayu yang bisa ditebang, sedangkan kayu lainnya, ada yang tidak bisa kami tebang, karena pertimbangan ekologis," katanya.
Perluasan Lahan untuk Ketahanan Pangan
PDP Jember turut berperan aktif dalam mendukung program Swasembada Pangan sesuai dengan kebijakan pusat dan daerah, termasuk mengelola tebu untuk Swasembada Gula.
"Untuk ketahanan pangan, perusahaan merencanakan penambahan lahan terbuka untuk tanam jagung," ujarnya.
Lahan yang awalnya seluas 343 hektar akan ditambah 57 hektar, sehingga totalnya menjadi sekitar 400 hektar lebih.
"Luasan lahan itu akan kami gunakan untuk mendukung ketahanan pangan," terangnya.
Saat ini, pengelolaan jagung dilakukan melalui kemitraan lahan dengan pihak ketiga, sedangkan perusahaan menerima kontribusi dari hasil sewa lahan tersebut.
"Dari penambahan 57 hektar, sekitar 15 hektar sudah berhasil dimitrakan, dengan target sisanya masih dalam proses," ujarnya.
Sementara itu, tebu sebagian besar sudah diusahakan dan dikelola sendiri oleh PDP Kahyangan.
"Untuk budidaya tebu, kami mengelola sendiri," ujarnya.
Lahan PDP Kahyangan tersebar di lima kebun di seluruh wilayah Jember, mulai dari Kecamatan Sumber Baru hingga Kecamatan Silo.
Sofyan menegaskan bahwa setiap penanaman baru, termasuk penambahan jagung, akan dikaji mendalam untuk memastikan tidak menimbulkan dampak lingkungan seperti longsor.
"Sebelum melakukan pengembangan, tentu kami akan melakukan kajian mendalam terlebih dahulu, agar tidak menimbulkan dampak yang merugikan dibelakang hari," tutupnya. (MR/Sund)
Editor : Miftahul Rachman