Kabar Duka di Kancah Politik Jawa Timur: Mantan Ketua DPRD Jatim Kusnadi Meninggal Dunia
Sidoarjo, JatimUPdate.id - Kabar duka menyelimuti kancah politik Jawa Timur. Mantan Ketua DPRD Jawa Timur periode 2019–2024, Kusnadi, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 16 Desember 2025, di RSUD dr. Soetomo Surabaya sekitar pukul 14.08 WIB.
Berita ini dihimpun dari berbagai sumber yang terpercaya.
Baca Juga: Lanjutkan Program Inovatif, PDI Perjuangan Jatim Pastikan Kawal Eri - Armuji
Profil dan Perjalanan Karier
Kusnadi adalah seorang politisi senior PDI Perjuangan dengan rekam jejak yang panjang. Berikut adalah garis besar perjalanan hidup dan kariernya:
- Identitas Pribadi: Kusnadi lahir di Tebing Tinggi, Sumatera Utara, pada 7 Desember 1958. Ia meninggal dalam usia 66 tahun. Ia meninggalkan seorang istri, Tatiek Suprapti, dan tiga orang anak.
- Riwayat Pendidikan: Menamatkan S-1 di Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (1986) dan S-2 Ilmu Humaniora di Universitas Gadjah Mada (1995).
- Karier Politik: Dedikasinya di partai dimulai dari bawah. Ia pernah menjadi Sekretaris DPD PDIP Jatim (sejak sekitar 2000) sebelum akhirnya dipercaya sebagai Ketua DPD PDIP Jawa Timur untuk periode 2015-2024. Puncak karier politiknya adalah ketika dilantik sebagai Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur pada 30 September 2019, jabatan yang diembannya hingga 31 Agustus 2024.
- Dunia Akademis: Di luar politik, Kusnadi juga dikenal sebagai seorang dosen. Ia mengabdi di Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya sejak 1987 dan telah menyatakan rencana untuk kembali fokus mengajar setelah masa jabatannya di DPRD berakhir.
Perjuangan Kesehatan dan Isu Hukum Terkini
Dalam beberapa bulan terakhir, nama Kusnadi beberapa kali muncul di pemberitaan, terkait dengan kondisi kesehatannya dan sebuah kasus hukum.
- Penyakit yang Diderita: Kusnadi diketahui mengidap penyakit kanker getah bening (limfoma) dan autoimun. Ia sedang menjalani pengobatan intensif, termasuk kemoterapi. Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, menyebutkan almarhum sedang menjalani kemoterapi ke-11 dari 12 kali yang dijadwalkan.
- Insiden "Hilang": Awal Juni 2025 lalu, Kusnadi sempat ramai diberitakan karena dikabarkan hilang. Keluarga melaporkan ia dijemput tiga orang tak dikenal dari peternakan ayam miliknya di Sidoarjo. Ia kemudian ditemukan dalam kondisi linglung di Bangkalan, Madura. Kusnadi sendiri membantah diculik dan menjelaskan bahwa ia ikut rekannya untuk berobat ke wilayah Pamekasan.
- Status Tersangka KPK: Kusnadi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi pengurusan dana hibah untuk kelompok masyarakat (pokmas) dari APBD Pemprov Jatim tahun anggaran 2019-2022. KPK menyebutkan ada total 21 tersangka dalam kasus ini. Menurut laporan, Kusnadi diduga mendapat jatah hibah pokmas dengan total mencapai Rp398,7 miliar selama periode 2019-2022.
Duka Keluarga dan Rekan-Rekan
Suasana haru dan duka mendalam menyelimuti keluarga almarhum. Saat jenazah tiba di rumah duka di Sidoarjo, sang istri, Tatiek Suprapti, tak kuasa menahan tangis dan tampak lemas hingga harus dipapah oleh kedua putranya.
Baca Juga: Ramadan 1445 H, Bamusi Jatim Gelar Tadarus hingga Santunan Anak Yatim
Rekan-rekan separtai dan koleganya di dunia politik juga menyampaikan belasungkawa. Mereka mengenang Kusnadi sebagai kader yang loyal, merakyat, dan berjasa bagi partai maupun daerah.
"Sepanjang hidupnya, beliau mengabdikan diri di dunia politik Jawa Timur dengan penuh tanggung jawab," kenang Sri Untari Bisowarno.
Baca Juga: Gelar Pelatihan IT dan Medsos, Agatha Ajak Pengusaha Muda Go Digital
Penghentian Perkara dan Pemakaman
Menyusul wafatnya Kusnadi, KPK menyatakan akan menghentikan penyidikan perkara yang menjeratnya. Hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 40 UU Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan bahwa penghentian hanya berlaku untuk Kusnadi, sementara penyidikan terhadap 20 tersangka lainnya akan terus berlanjut.
Jenazah almarhum telah dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sedati, Sidoarjo, pada hari yang sama. Prosesi pemakaman ini menutup perjalanan panjang seorang politisi yang meninggalkan jejak signifikan, sekaligus kontroversial, di panggung politik Jawa Timur. (MR)
Editor : Redaksi