Pemkab Sidoarjo Matangkan Masterplan di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Atasi Banjir

Reporter : -
Pemkab Sidoarjo Matangkan Masterplan di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Atasi Banjir
Bupati Sidoarjo Subandi mengakui, kebutuhan dana penanganan banjir tergolong besar, sementara kemampuan fiskal daerah saat ini masih terbatas, dengan alokasi anggaran sekitar Rp5,8 miliar.

 

Sidoarjo, JatimUPdate.id - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mematangkan penyusunan masterplan penataan kota sebagai langkah strategis dalam penanganan banjir yang terukur dan berkelanjutan.

Baca Juga: Sidak RTLH di Sedati, Bupati Sidoarjo Pastikan Rumah Warga Segera Diperbaiki

Dokumen perencanaan ini disiapkan untuk menentukan skala prioritas penanganan banjir di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Bupati Sidoarjo Subandi mengakui, kebutuhan dana penanganan banjir tergolong besar, sementara kemampuan fiskal daerah saat ini masih terbatas, dengan alokasi anggaran sekitar Rp5,8 miliar.

Oleh karena itu, masterplan menjadi instrumen krusial agar setiap program yang dijalankan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan wilayah.

Hal tersebut disampaikan Subandi saat menghadiri pemaparan masterplan penataan kota di Opsroom Setda Kabupaten Sidoarjo, Selasa (6/1/2026). Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Fenny Apridawati, Kepala Bappeda M Ainur Rahman, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Muhammad Makhmud, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, serta tim ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Dalam pemaparannya, tim penyusun mengusung tema besar “Menuju Sidoarjo yang SERASI”, yakni Sentosa, Ekologis, Resilien, Aksesibel, Sinergis, dan ber-Identitas. Tema ini menjadi arah pembangunan Kabupaten Sidoarjo, khususnya dalam penataan ruang dan pengendalian banjir yang selaras dengan RTRW 2024–2044 serta RPJPD 2025–2045.

Subandi menegaskan, sebagai daerah berkarakter Kota Delta, Sidoarjo menghadapi tantangan geografis yang tidak ringan. Banyaknya sungai afvoer dan posisinya yang berada di wilayah paling timur membuat Sidoarjo rentan terhadap banjir.

“Sidoarjo ini punya banyak sungai afvoer. Kita harus waspada, karena banjir tidak hanya disebabkan luapan sungai, tetapi juga dipengaruhi air laut pasang atau rob,” ujar Subandi.

Baca Juga: Bupati Sidoarjo Minta Perbaikan Jalan Rusak Dikebut, Kecamatan dan PUBMSDA Diminta Bergerak Serentak

Ia menambahkan, masterplan berfungsi sebagai alat diagnosis untuk mengetahui akar persoalan banjir secara menyeluruh.

Dengan pemetaan yang detail, pemerintah dapat menentukan titik penanganan prioritas setiap tahun sesuai kemampuan anggaran daerah.

“Seperti mengobati orang sakit, kita harus tahu dulu penyebabnya. Dari masterplan ini, kita bisa menentukan wilayah mana yang ditangani lebih dulu dan bertahap,” imbuhnya.

Beberapa wilayah yang menjadi perhatian khusus dalam masterplan ini antara lain kawasan langganan banjir seperti Tanggulangin, Candi, dan Waru.

Baca Juga: Jalan Embong Kali Krian Sidoarjo Rusak dan Berlubang

Selain itu, kawasan perkotaan juga menjadi fokus, terutama terkait normalisasi saluran drainase yang kini banyak terhimpit bangunan liar di sisi kanan dan kiri.

Subandi pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terlibat aktif. Menurutnya, penataan kota dan penanganan banjir tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah daerah semata.

“Semua stakeholder harus terlibat. Dengan adanya grand design ini, tahapan penanganan menjadi jelas. Harapannya, masyarakat bisa merasakan perubahan nyata dari tahun ke tahun,” tegasnya.

Masterplan Penataan Kota Sidoarjo mencakup empat sektor intervensi utama, yakni sistem drainase dan pengendalian banjir, rehabilitasi infrastruktur jalan, rehabilitasi fasilitas pendidikan, serta revitalisasi ruang terbuka hijau (RTH).(ih/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat