Pemkab Jember Targetkan 20000 Beasiswa, Salah Satunya Mahasiswa Unipar
Jember, JatimUpdate.id Sebanyak 565 mahasiswa Universitas PGRI Argopuro (UNIPAR) Jember, penerima beasiswa "Cinta bergema" dari Pemerintah Kabupaten Jember ikuti acara, bertajuk Sosialisasi publikasi eksplorasi potensi kabupaten Jember, yang digelar di Aula Kampus Unipar pada Rabu (28/01/2026).
Dalam pertemuan tersebut, para mahasiswa ditekankan untuk mengambil peran aktif sebagai duta digital dalam mempromosikan potensi Kabupaten Jember.
Rektor UNIPAR, Dr. Basuki Hadiprayogo, S.TP., M.Si, mengungkapkan kebanggaannya atas antusiasme mahasiswa.
Ia menyebutkan bahwa kehadiran peserta telah melampaui target awal.
Basuki juga menyoroti keunggulan UNIPAR sebagai kampus dengan jumlah mahasiswa disabilitas (inklusi) terbesar di Indonesia.
"Kami memiliki 380 mahasiswa inklusi. Mereka mendapatkan berbagai skema beasiswa, mulai dari beasiswa Rektor, KIP Kuliah, afirmasi kementerian, hingga beasiswa Pemkab Jember. Intinya, kami tidak membeda-bedakan," ujar Basuki.
Beasiswa Bukan Bantuan Cuma Cuma
Terkait kewajiban penerima beasiswa, Dr. Basuki menekankan pentingnya mentalitas bersyukur dan tanggung jawab.
Ia menjelaskan bahwa beasiswa bukan sekadar bantuan cuma-cuma, melainkan sebuah amanah yang harus dibalas dengan kontribusi nyata.
"Jika anda diberi sesuatu, ada kewajiban untuk mengembalikan dalam bentuk lain, yakni prestasi yang baik dan dukungan terhadap program pemerintah. Saya pikir membagikan konten potensi Jember agar daerah ini semakin terkenal di Indonesia bukanlah hal yang memberatkan," kata Basuki.
Target Pemkab Jember
Pemerintah Kabupaten Jember menargetkan sebanyak 20.000 mahasiswa sebagai penerima Beasiswa Cinta Bergema, program unggulan di bidang pendidikan yang digagas Bupati Jember. Target tersebut disebut sebagai jumlah penerima beasiswa terbesar di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Tulus Wijayanto, mewakili Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bupati Jember dan Kepala Dinas Pendidikan.
Karena keduanya sedang menjalankan agenda resmi di Jakarta yang juga berkaitan dengan sektor pendidikan.
Pada tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Jember mengalokasikan kuota 8.000 penerima beasiswa.
Dari total 17.351 pendaftar, sebanyak 7.161 mahasiswa ditetapkan sebagai penerima melalui Surat Keputusan Bupati.
Jumlah tersebut belum memenuhi kuota yang tersedia.
Menurut Tulus, belum terpenuhinya kuota disebabkan oleh menumpuknya pendaftar pada jalur afirmasi ekonomi dan jalur khusus, sementara jalur lainnya belum dimanfaatkan secara optimal.
Beasiswa Cinta Bergema sendiri memiliki enam jalur, yakni jalur prestasi, kompetisi, afirmasi ekonomi, guru dan perangkat, santri pondok dan hafiz, serta jalur khusus.
Khusus pada jalur afirmasi ekonomi, banyak pendaftar dinyatakan tidak lolos karena data ekonomi mereka tidak sesuai dengan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DT-SEN).
Pemerintah menegaskan bahwa penetapan penerima beasiswa harus mengacu pada data resmi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan agar bantuan tepat sasaran.
Tulus juga mengimbau masyarakat yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan data DT-SEN untuk segera melakukan perbaikan data melalui pemerintah desa atau kelurahan hingga tingkat kabupaten.
Selain itu, kesalahan informasi juga menjadi faktor lain, terutama pada jalur guru dan perangkat.
Masih banyak pendaftar yang merupakan anak guru atau perangkat desa mendaftar pada jalur tersebut, padahal jalur ini diperuntukkan bagi guru atau perangkat yang masih aktif dan sedang menempuh pendidikan.
"Pemerintah Kabupaten Jember berharap melalui sosialisasi ini, mahasiswa dan masyarakat memahami ketentuan masing-masing jalur sehingga ke depan kuota beasiswa dapat terserap maksimal dan tujuan pemerataan akses pendidikan dapat tercapai," ujar Tulus.
Respon Mahasiswa
Eko Puji Purwanto, salah satu mahasiswa penerima beasiswa kategori afirmasi ekonomi dari FKIP, menyambut baik arahan tersebut.
Menurutnya, mempromosikan daerah melalui media sosial adalah langkah yang menarik dan relevan di era digital.
"Ini menarik karena melalui sosmed, program Kabupaten Jember bisa tersebar luas bahkan ke seluruh dunia. Saya rasa ini tidak berat sebagai bentuk dukungan kami kepada pemerintah," tutupnya. (#)
Editor : Miftahul Rachman