Rapat di Pelabuhan Jangkar Tetapkan Skema Transit dan Biaya Pemulangan Santri Tahun 2026

Reporter : -
Rapat di Pelabuhan Jangkar Tetapkan Skema Transit dan Biaya Pemulangan Santri Tahun 2026
Rapat Persiapan PUJA (Pulang Berjamaah) dan BAJA (Balik Berjamaah) bagi seluruh pondok pesantren yang menggunakan jalur Pelabuhan Jangkar, Rabu (4/2/2026).

 

Situbondo, JatimUPdate.id  – Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui Kecamatan Jangkar menggelar Rapat Persiapan PUJA (Pulang Berjamaah) dan BAJA (Balik Berjamaah) bagi seluruh pondok pesantren yang menggunakan jalur Pelabuhan Jangkar, Rabu (4/2/2026).

Baca Juga: Kepala Pesantren Nurul Jadid, Kiai Abdul Hamid Wahid Raih Gelar Doktor Cumlaude

Rapat yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Jangkar tersebut dipimpin oleh Camat Jangkar Lina Yuliana Soeherman, S.H., M.Si. dan dihadiri unsur lintas sektor, antara lain Danramil Jangkar Kapten Inf. Y.M. Waluyo, Kapolsek Jangkar yang diwakili Aiptu Sarjono, serta perwakilan ASDP Pelabuhan Jangkar Slamet Santoso.

Turut hadir perwakilan pondok pesantren, yakni Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo, Ponpes Walisongo Situbondo yang diwakili Matrasi, Ponpes Sumber Bunga Situbondo yang diwakili Zayyad, serta Ponpes Nurul Jadid Paiton Probolinggo yang diwakili Ponirin Mika. Hadir pula perwakilan abang bendor dan becak pelabuhan yang diwakili Hosnan dan Novin Edy Vahrudy.

Dalam rapat tersebut disepakati bahwa santri akan langsung menuju Pelabuhan Jangkar tanpa transit tambahan dan tanpa pungutan biaya apa pun. Pendamping dari masing-masing pondok pesantren diwajibkan menggunakan ID Card resmi yang disediakan oleh Kecamatan Jangkar, serta mendapatkan fasilitas bantuan angkut barang secara gratis dan ikhlas.

Untuk wali santri, disepakati adanya jalur transit khusus di belakang Koramil Jangkar dengan dukungan bendor khusus. Khusus program BAJA SABAR, santri difasilitasi kendaraan mobil bantuan, sementara selebihnya menggunakan bendor yang telah ditetapkan sebagai angkutan resmi.

ASDP Pelabuhan Jangkar akan memberikan stiker dan ID Card kepada abang bendor dan becak sebagai tanda pengenal angkutan resmi di area pelabuhan.

Baca Juga: Menuju Puasa Melampaui Ritualisme, Menuju Transformasi Spiritual

Pembuatan ID Card difasilitasi oleh Kecamatan Jangkar, sedangkan stiker barang bawaan santri difasilitasi oleh pengurus pondok pesantren masing-masing.

Rapat juga menyepakati standarisasi fasilitas santri tanpa perbedaan perlakuan antar pondok pesantren. Adapun biaya angkutan wali santri dari Koramil ke Pelabuhan Jangkar ditetapkan sebesar Rp10.000 per orang, demikian pula sebaliknya.

Sementara itu, tarif bendor dari Pelabuhan Jangkar menuju masing-masing pondok pesantren ditetapkan sebagai berikut: ke Sukorejo Rp70.000 per bendor, ke Walisongo Rp100.000 per bendor, dan ke Sumber Bunga Rp80.000 per bendor dengan kapasitas maksimal dua orang.

Baca Juga: Kiai Zuhri Zaini Sebut Memahami Konsekuensi Akhirat Adalah Kunci Ketenangan Hidup

Khusus santri Pondok Pesantren Nurul Jadid, transit BAJA dipusatkan di Koramil Jangkar dan rumah dinas Camat Jangkar. Santri dapat dijemput langsung di dermaga Pelabuhan Jangkar, kecuali wali santri.

Pada saat kepulangan PUJA, santri dipastikan langsung masuk kapal sesuai jadwal keberangkatan.

Seluruh kesepakatan tersebut dituangkan dalam Berita Acara Rapat dan ditandatangani oleh seluruh pihak sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung kelancaran, keamanan, dan ketertiban pelaksanaan PUJA dan BAJA santri tahun 2026 di Pelabuhan Jangkar. (pm/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat