Membangun Tradisi Baru: Merefleksikan 25 Tahun Muhammadiyah Jawa Timur, Meneguhkan Arah Gerakan
Jember, JatimUpdate.id – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (PWM Jatim) meluncurkan buku utama berjudul Membangun Tradisi Baru: Sejarah Muhammadiyah Jawa Timur 2000–2025 dalam rangkaian Kajian Ramadan 1447 H, Sabtu (21/2/2026), di Universitas Muhammadiyah Jember.
Baca Juga: Emil: Ancaman Lingkungan dan Disrupsi AI Nyata, Muhammadiyah Diminta Cetak Generasi Tangguh
Buku ini bukan sekadar dokumentasi perjalanan organisasi selama 25 tahun terakhir.
Ia hadir sebagai refleksi mendalam tentang bagaimana Muhammadiyah Jawa Timur menapaki era pasca-Reformasi—masa yang ditandai dinamika sosial-politik, disrupsi teknologi, hingga tantangan kemanusiaan global.
Diterbitkan oleh Suara Muhammadiyah dengan ISBN 978-6347-2054-58-6, buku ini memuat prolog dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir, serta epilog dari Sekretaris PWM Jatim, Prof Dr Biyanto. Peluncuran diwakili Prof Biyanto dan disaksikan pimpinan, kader, serta warga Muhammadiyah dari berbagai daerah di Jawa Timur.
“Peluncuran buku ini menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras para penulis. Ide awalnya digagas almarhum Nadjib Hamid pada masa pandemi Covid-19 dan kini diteruskan oleh Mudzakkir bersama tim generasi muda lintas kampus,” ujar Prof Biyanto.
Ia menegaskan, tradisi literasi adalah bagian penting dari denyut gerakan Muhammadiyah.
“Kader tidak hanya aktif dalam amal dan dakwah, tetapi juga produktif menulis, mendokumentasikan gagasan, serta menjaga sejarah dan nilai-nilai organisasi,” tambahnya.
Disusun dengan Pendekatan Akademik
Ketua Tim Penulis, Moh. Mudzakkir, menjelaskan bahwa buku ini merupakan hasil penelitian bertahap selama satu tahun. Prosesnya melibatkan Angkatan Muda Muhammadiyah Jawa Timur dan disusun sesuai kaidah metodologi sejarah—mulai dari pengumpulan dokumen, wawancara, hingga analisis kritis terhadap dinamika organisasi.
“Buku ini adalah hasil penelitian kami selama satu tahun untuk menggali dan merekonstruksi sejarah Muhammadiyah Jawa Timur pasca-2000,” ujar Mudzakkir.
Wakil Ketua Tim Penulis, Teguh Imami, menambahkan bahwa buku ini tidak hanya memotret aspek keorganisasian, tetapi juga transformasi media dakwah serta strategi Muhammadiyah Jawa Timur dalam merespons globalisasi.
Baca Juga: Berkah Melimpah di Unmuh Jember, PWM Jatim Bagikan 11 Paket Umrah pada Kajian Ramadan 1447 H
“Dalam buku ini dibahas perjalanan Muhammadiyah Jawa Timur, mulai dari penguatan kelembagaan, media dakwah, hingga langkah-langkah menghadapi era global,” jelasnya.
Continuity in Change: Makna “Tradisi Baru”
Yang membuat buku ini penting adalah gagasan tentang “tradisi baru”. Dalam catatan di bagian belakang buku, tim penulis menegaskan bahwa istilah tersebut bukan penolakan terhadap sejarah, melainkan pembaruan yang berakar kuat pada nilai dasar Muhammadiyah sekaligus terbuka terhadap tantangan zaman—continuity in change.
Buku ini menggunakan pendekatan historis-analitis untuk menyoroti transformasi Muhammadiyah Jawa Timur dalam berbagai bidang: pendidikan, kesehatan, filantropi, ekonomi umat, seni budaya, hingga internasionalisasi gerakan.
Nilai tauhid, tajdid, keilmuan, dan keberpihakan pada kemaslahatan publik diterjemahkan secara kreatif tanpa kehilangan jati diri Persyarikatan.
“Membangun Tradisi Baru bukan sekadar catatan kronologis, melainkan potret reflektif tentang bagaimana Muhammadiyah Jawa Timur menapaki zaman, merespons perubahan, dan membangun pembaruan secara berkelanjutan,” tulis tim penulis.
Baca Juga: PWM Jatim Luncurkan 25 Buku di Kajian Ramadan 1447 H, Tegaskan Tradisi Literasi Kader
Lebih dari Dokumentasi, Sebuah Undangan
Peluncuran buku ini tidak berhenti sebagai seremoni simbolik. Di tengah tema Kajian Ramadan, “Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan”, buku ini menghadirkan kesadaran lain: merawat gerakan sama pentingnya dengan menjaga alam. Keduanya adalah amanah sejarah dan peradaban.
Buku ini diharapkan menjadi rujukan akademik sekaligus inspirasi bagi kader, akademisi, peneliti, dan generasi muda Muhammadiyah. Ia mengajak pembaca untuk memahami arah gerakan, belajar dari pengalaman kolektif, dan meneguhkan peran Muhammadiyah sebagai kekuatan moral, intelektual, dan peradaban.
Di tengah perubahan zaman yang bergerak cepat, Muhammadiyah Jawa Timur memilih tidak sekadar mengikuti arus.
Melalui tradisi menulis dan mendokumentasikan gerakan, PWM Jatim menegaskan bahwa literasi adalah fondasi peradaban—berakar pada nilai, terbuka pada masa depan, dan menjadi pijakan bagi generasi penerus untuk melanjutkan estafet perjuangan. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat