Puluhan Perempuan Malang Positif Kanker Serviks
Malang, JatimUPdate.id — Deteksi dini kanker serviks menjadi perhatian serius di Kota Malang setelah puluhan perempuan ditemukan positif berdasarkan hasil skrining sepanjang tahun 2025.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat dari 2.500 perempuan yang menjalani pemeriksaan, sebanyak 40 orang dinyatakan positif kanker serviks, sementara total kasus yang terdeteksi mencapai 50.
Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, menjelaskan bahwa seluruh kasus positif tersebut masih berada pada grade 1, menunjukkan tahap awal penyakit yang memungkinkan penanganan langsung di puskesmas menggunakan metode cryotherapy.
Dengan demikian, pasien tidak perlu dirujuk ke rumah sakit untuk pengobatan lanjutan.
“Deteksi dini sangat penting agar kasus ditemukan sebelum berkembang lebih parah, karena jika terdeteksi awal masih bisa ditangani,” kata Husnul, Senin (20/4/2026).
Menindaklanjuti temuan tersebut, Pemerintah Kota Malang menggencarkan program skrining massal tahun ini. Sebanyak 1.800 perempuan mengikuti pemeriksaan HPV DNA dan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) secara serentak di 16 puskesmas selama sepekan.
Layanan penanganan saat ini tersedia di tiga puskesmas utama, yakni Kedungkandang, Ciptomulyo, dan Cisadea. Kasus dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi akan dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan lebih intensif.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa program skrining ini menjadi agenda rutin tahunan pemerintah kota dengan target 2.500 peserta. Seluruh layanan disediakan secara gratis berkat dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.
Data terbaru dari Dinkes Kota Malang mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin bagi perempuan, khususnya terkait kanker serviks yang masih dapat ditangani secara efektif jika terdeteksi sejak dini. Upaya skrining massal dan layanan pengobatan gratis menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran dan mengurangi risiko penyakit serius di komunitas. (dek/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat