5 Pilar BRIN Untuk Inovasi Membangun, Memandirikan Desa
BRIN Goes to Villages Digelar Hari Ini, Empat Menteri Bahas Strategi Wujudkan Desa Mandiri
Jakarta, JatimUPdate.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar kegiatan “BRIN Goes to Villages – BRIN Menyapa Desa” pada Kamis (4/6/2026).
Forum nasional ini menjadi wadah kolaborasi untuk mendorong pembangunan desa berbasis riset dan inovasi guna mewujudkan desa yang mandiri dan sejahtera.
Mengusung tema “Transformasi 5 Pilar Inovasi untuk Mewujudkan Desa Mandiri dan Sejahtera”, kegiatan yang berlangsung di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie BRIN Thamrin, Jakarta Pusat, itu menghadirkan sejumlah pejabat tinggi negara sebagai keynote speaker.
Mereka adalah Kepala BRIN Prof. Dr. Arif Satria, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman, serta Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Ir. Moh. Jumhur Hidayat.
Selain membahas arah kebijakan pembangunan desa, forum ini juga mengangkat penerapan lima pilar desa inovasi, yakni Smart & Innovative Society, Smart & Innovative Economy, Smart & Innovative Governance, Smart & Innovative Environment, serta Smart & Innovative Heritage.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 15.00 WIB tersebut dapat diikuti secara langsung maupun daring melalui Zoom.
Forum ini diharapkan menjadi ruang bertukar gagasan dan pengalaman dalam memperkuat pembangunan desa berbasis inovasi, ekonomi kerakyatan, serta pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, BRIN mendorong sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menghadirkan berbagai solusi inovatif untuk mempercepat terwujudnya desa-desa yang maju, mandiri, dan berdaya saing.
Prof. R. Siti Zuhro, peneliti senior utama BRIN menjadi narasumber dalam acara yang diselenggarakan BRIN dalam rangka kolaborasi dan sinergi memajukan, memandirikan 75.624 desa se-Indonesia.
Audien acara terdiri para peneliti, akademisi dari perguruan tinggi, kepala desa, pengurus BUMDesa, Kepala Daerah dan lainnya yang merupakan stakeholder desa. (sof/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat