Pemkot Surabaya Targetkan 25 Balai RW Rampung Tahun Ini

avatar Ibrahim
  • URL berhasil dicopy
Pemkot Surabaya, dok Jatimupdate.id
Pemkot Surabaya, dok Jatimupdate.id

Surabaya,JatimUPdate.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengalokasikan anggaran sekitar Rp3 miliar pada 2026 untuk pembangunan dan rehabilitasi 25 Balai RW.

Kepala Bidang Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Harindrayana, mengatakan program tersebut dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah RW yang belum memiliki balai, sehingga pembangunan akan dilanjutkan hingga tahun anggaran berikutnya.

“Masih ada sekitar seratus lebih lokasi yang belum memiliki Balai RW. Tahun ini targetnya sekitar 25 Balai RW, ada yang berupa pembangunan baru dan ada yang rehabilitasi,” kata beberapa waktu lalu, kepada wartawan.

Ia menjelaskan, berdasarkan ketentuan yang berlaku, pembangunan Balai RW baru menjadi kewenangan DPRKPP. 

Sedangkan rehabilitasi umumnya menjadi tanggung jawab kelurahan melalui dana kelurahan (Dakel).

Namun, DPRKPP tetap membantu perbaikan sejumlah Balai RW karena keterbatasan anggaran yang dimiliki kelurahan.

“Kalau ada permintaan bantuan rehabilitasi dan memang diperlukan, kami bantu. Apalagi yang sifatnya mendesak seperti atap bocor atau kerusakan ringan lainnya,” ujarnya.

Saat ini, proses pengerjaan 25 Balai RW tersebut sudah berjalan. Sebagian berupa pembangunan gedung baru, sementara lainnya merupakan rehabilitasi bangunan yang sudah ada.

Harindrayana mengatakan nilai pekerjaan yang relatif kecil membuat pelaksanaannya menggunakan mekanisme penunjukan langsung (PL).

“Ukuran Balai RW rata-rata sekitar 5 x 5 meter, sehingga masih memungkinkan menggunakan sistem penunjukan langsung,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembangunan dilakukan secara bertahap karena menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. 

Ia memaparkan lokasi yang belum terakomodasi tahun ini akan kembali diusulkan pada anggaran 2027.

“Tahun ini kemampuan anggarannya sekitar Rp3 miliar untuk 25 Balai RW. Sisanya akan dilanjutkan pada tahun depan,” katanya.

Sepanjang 2026, Pemkot Surabaya telah menerima sekitar seratus usulan pembangunan maupun rehabilitasi Balai RW dari berbagai wilayah. 

Usulan tersebut masuk melalui mekanisme musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) maupun jalur lainnya.

Kendati begitu, Harindrayana memastikan sebagian besar RW di Surabaya sebenarnya sudah memiliki Balai RW. Kebutuhan yang paling banyak diajukan saat ini adalah rehabilitasi bangunan.

“Sebetulnya hampir semua sudah punya Balai RW. Yang belum memiliki jumlahnya sekitar 30 persen secara keseluruhan, sedangkan yang sudah ada umumnya membutuhkan perbaikan,” bebernya. (Roy/Mr)