Hiswana Migas Pastikan Pasokan BBM di Surabaya Kembali Normal, Masyarakat Diminta Tak Khawatir
Surabaya,JatimUPdate.id - Sekretaris DPC Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kota Surabaya, Sida Phinasti, memastikan pasokan BBM di seluruh SPBU di Kota Pahlawan kini telah kembali normal.
Menurut Sida, kondisi pasokan mulai berangsur lancar sejak akhir pekan lalu. Karena itu, masyarakat diminta tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM maupun mengantre di SPBU.
"Kalau sekarang update-nya sudah lancar. Bahkan Sabtu-Minggu kemarin sudah lancar, jadi masyarakat tidak perlu khawatir kesulitan mendapatkan BBM di SPBU-SPBU," ujar Sida, Kamis (2/7).
Ia menjelaskan, berdasarkan laporan dari 94 anggota Hiswana Migas di Surabaya, distribusi BBM ke SPBU sudah kembali berjalan normal dan tidak lagi mengalami kendala berarti.
"Pasokannya sekarang lancar. Seluruh informasi pasokan maupun kendala kami peroleh dari Pertamina. Kemarin memang sempat ada kendala ke SPBU, tetapi sejak Sabtu-Minggu kemarin sudah kembali lancar pasokannya," katanya.
Sida mengakui pada pekan lalu memang sempat terjadi keterlambatan distribusi BBM.
Namun, menurutnya persoalan tersebut hanya berlangsung sementara dan kini telah teratasi.
"Memang pekan lalu sempat ada keterlambatan distribusi, tapi sekarang pasokannya sudah aman," ucapnya.
Ia mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab keterlambatan distribusi yang sempat terjadi.
Berdasarkan informasi yang diterimanya hanya menyebut adanya keterlambatan dalam proses pengiriman.
"Soal penyebabnya kami kurang paham. Yang kami tahu hanya sempat ada keterlambatan pengiriman," jelasnya.
Saat ditanya apakah keterlambatan pasokan tersebut menimbulkan kerugian bagi pengusaha SPBU, Sida menilai dampaknya tidak terlalu signifikan karena kondisi itu hanya berlangsung beberapa hari.
"Belum ada kerugian yang berarti karena hanya beberapa hari saja. Cuma kami yang berhadapan langsung dengan konsumen. Ketika ditanya penyebabnya, kami kadang juga bingung menjawabnya. Tapi kalau sampai ada gejolak, saya rasa tidak ada," tuturnya.
Sida menambahkan, anggota Hiswana Migas tidak hanya tersebar di Surabaya, tetapi juga di Sidoarjo hingga Yogyakarta.
Namun, keterlambatan distribusi BBM yang sempat terjadi hanya dialami SPBU di wilayah Surabaya.
"Khusus anggota kami di Surabaya ada 94 pengusaha SPBU," pungkas Sida. (*)
Editor : Miftahul Rachman