Viral! Bayi di Wonosobo Diberi Nama Muhammad MBG Subianto, Sang Ibu Ungkap Alasannya

avatar Imam Hambali
  • URL berhasil dicopy
Yuharni kala menggendong Muhammad MBG Subianto di rumahnya Dusun Prigi, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. ( Foto tvonenews.com for JatimUPdate.id)
Yuharni kala menggendong Muhammad MBG Subianto di rumahnya Dusun Prigi, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. ( Foto tvonenews.com for JatimUPdate.id)

 

Wonosobo, JatimUPdate.id - Nama seorang bayi laki-laki di Kabupaten Wonosobo mendadak menjadi perbincangan di media sosial.

Pasalnya, pasangan suami istri asal Dusun Prigi, Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, memberikan nama yang tak biasa kepada putra ketiganya, yakni Muhammad MBG Subianto.

Bayi tersebut lahir secara normal di Puskesmas Sapuran pada Jumat malam (10/7/2026) dengan berat badan 3,36 kilogram dan panjang 50 sentimeter. Kelahirannya bahkan lebih cepat dari Hari Perkiraan Lahir (HPL) yang semula diprediksi jatuh pada 22 Juli 2026.

Sang ibu, Yuharni (41), mengungkapkan bahwa nama tersebut dipilih sebagai bentuk rasa syukur sekaligus apresiasi terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.

Sejak 25 Agustus 2025, Yuharni bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai petugas pencuci ompreng atau wadah makanan. Menurutnya, program MBG telah membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat, termasuk dirinya, sehingga membantu meningkatkan perekonomian keluarga.

"Saya kasih nama Muhammad MBG Subianto agar bisa menjadi kenangan seumur hidup. Nama 'Subianto' merupakan bentuk apresiasi dan terima kasih saya kepada Pak Presiden Prabowo yang sudah sukses menjalankan program MBG ini," kata Yuharni, Senin (13/7/2026).

Sebelum menetapkan nama tersebut, Yuharni mengaku telah berdiskusi dengan sang suami, Ambon Yassin. Suaminya hanya berpesan agar nama depan anak mereka tetap menggunakan "Muhammad". Setelah itu, Yuharni menambahkan singkatan "MBG" di bagian tengah serta "Subianto" sebagai nama belakang.

Yuharni juga bercerita bahwa kehamilan anak ketiganya terbilang tidak biasa. Ia baru mengetahui dirinya hamil saat usia kandungan memasuki tujuh bulan karena tidak merasakan gejala kehamilan seperti umumnya.

Meski tengah mengandung, ia tetap bekerja di SPPG hingga menjelang persalinan. Sebelumnya, Yuharni sempat bekerja di sebuah pabrik kayu, namun kini merasa lebih nyaman bekerja di SPPG karena lokasinya dekat dengan rumah.

Nama Muhammad MBG Subianto pun memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Ada yang memberikan dukungan, namun tidak sedikit pula yang melontarkan komentar negatif.

"Ada tanggapan yang baik dan ada yang buruk. Saya hanya fokus merespons yang baik saja," ujarnya.

Di lingkungan tempat tinggalnya, nama unik tersebut justru disambut antusias oleh anak-anak. Setiap pulang mengaji, mereka kerap mencari sang bayi sambil memanggil, "MBG mana, MBG mana."

Yuharni pun memperkirakan putranya kelak akan lebih akrab dipanggil dengan sebutan "MBG". Bahkan, rekan-rekan kerjanya di SPPG sempat berseloroh mengusulkan nama "Ompreng" sebagai candaan.

Saat ini, keluarga tengah mengurus akta kelahiran Muhammad MBG Subianto. Sementara itu, acara syukuran sekaligus aqiqah direncanakan digelar saat usia sang bayi genap tujuh hari.

Yuharni yang masih menjalani cuti melahirkan berharap putranya tumbuh sehat, menjadi pribadi yang baik, serta meraih kesuksesan di masa depan.(sumber tvonenews.com/ih/yh)