Tinjau KKMP Tukang Kayu, Khofifah Dorong Penguatan Ekosistem Koperasi
Banyuwangi, Jatimupdate.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau operasional Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Tukang Kayu di kawasan Jalan Kepiting, Banyuwangi, Sabtu (18/7). Dalam kunjungannya, Khofifah berkeliling melihat aktivitas koperasi, berdialog dengan pengurus, menyapa para pembeli, sekaligus memastikan koperasi tersebut berjalan secara produktif sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan.
Setibanya di lokasi, Khofifah tampak berbincang dengan pengelola koperasi yang dipimpin Imam beserta jajarannya. Ia juga melihat langsung berbagai produk kebutuhan pokok yang dijual, mulai dari beras, minyak goreng, gula hingga LPG bersubsidi. Sejumlah warga yang tengah berbelanja pun diajak berdialog mengenai pelayanan dan harga kebutuhan pokok di koperasi tersebut.
Khofifah mengapresiasi inisiatif pengelola KKMP Tukang Kayu yang dinilai bergerak cepat dalam membangun koperasi. Menurutnya, koperasi ini menjadi salah satu contoh yang patut dikembangkan karena telah memiliki badan hukum sejak Mei dan mampu menjalankan operasional secara baik.
"Jadi kopi di mana-mana itu bisa menggunakan brand Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih. Tapi saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Mas Imam yang menginisiasi Koperasi Kelurahan Merah Putih Tukang Kayu ini. Rupanya izinnya bahkan sudah selesai sejak bulan Mei," ujar Khofifah.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mengawal keberadaan seluruh Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di wilayahnya. Dari total 8.494 desa dan kelurahan di Jawa Timur, seluruhnya telah didorong memiliki badan hukum sebagai fondasi legal untuk menjalankan usaha.
Namun demikian, menurut Khofifah, keberhasilan koperasi tidak hanya ditentukan oleh legalitas, melainkan juga komitmen pengurus, kemampuan manajemen, serta dukungan seluruh ekosistem yang terlibat.
"Saya berkeliling memastikan seluruh desa dan kelurahan di Jawa Timur telah memiliki badan hukum koperasi. Tetapi operasionalnya sangat bergantung pada kekuatan, komitmen, dan kemampuan pengelolanya," katanya.
Khofifah menyebut, transaksi Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Jawa Timur saat ini menjadi yang tertinggi secara nasional. Capaian tersebut telah terkonfirmasi melalui sistem yang digunakan pemerintah pusat sehingga menjadi modal penting untuk terus mengembangkan koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Meski demikian, ia menekankan perlunya penguatan akses distribusi kebutuhan pokok agar koperasi mampu memenuhi kebutuhan warga secara berkelanjutan. Menurutnya, ketersediaan beras SPHP, Minyakita, gula, maupun LPG 3 kilogram harus terus dijaga.
"Kami ingin memastikan proses akses ke Bulog bisa lebih mudah sesuai SOP. Jangan sampai masyarakat datang ke koperasi tetapi beras SPHP habis, Minyakita habis, atau LPG 3 kilogram kosong. Ini harus dijaga oleh seluruh ekosistem. Kalau semua memberikan dukungan, KDKMP akan berjalan semakin produktif," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Khofifah juga mengungkapkan bahwa KKMP Tukang Kayu masuk dalam jajaran 10 besar koperasi terbaik di Jawa Timur. Ia optimistis kinerja koperasi akan semakin meningkat setelah menempati gerai baru dengan kapasitas yang lebih besar.
"Tukang Kayu masuk 10 besar. Apalagi nanti kalau sudah pindah ke gerai yang baru. Semangat pengelola bersama dukungan lurah dan pemerintah daerah akan menjadi bagian penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan," ujarnya.
Menurut Khofifah, pengembangan koperasi tidak hanya berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan baru. Saat ini koperasi tersebut telah mempekerjakan sekitar 14 tenaga kerja dan diperkirakan akan terus bertambah seiring perluasan usaha.
Ia berharap KKMP juga dapat menjadi pemasok kebutuhan pokok bagi berbagai program pemerintah, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga roda ekonomi masyarakat dapat terus bergerak.
"Kalau nanti mendapat akses untuk menyuplai kebutuhan pokok ke SPPG sesuai regulasi, maka kekuatan ekonomi yang dibangun akan semakin besar. Karena itu dukungan lurah, masyarakat, bupati, dan wakil bupati menjadi sangat penting," katanya.
Khofifah juga mendorong agar pengelola terus melakukan perbaikan, termasuk melengkapi sertifikasi halal bagi produk-produk yang dipasarkan agar semakin dipercaya masyarakat.
Sementara itu, salah seorang pembeli, Sriati, mengaku rutin berbelanja di Koperasi Kelurahan Merah Putih Tukang Kayu. Menurutnya, harga kebutuhan pokok di koperasi lebih terjangkau dibandingkan pasar dan lokasinya juga dekat dengan tempat tinggalnya.
"Karena murah dan dekat. Dibandingkan dengan pasar, belanja di sini lebih hemat," ujar Sriati.
Kunjungan Gubernur Khofifah ke KKMP Tukang Kayu menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan koperasi-koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih tidak hanya terbentuk secara administratif, tetapi juga mampu tumbuh menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah.(DPR)
Editor : Redaksi