Surabaya, 11 Agustus 2026

Alkimia Karakter: Menjahit Niat dan Aksi di Tanah Nusantara

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Agus Andi Subroto
Agus Andi Subroto

 

Oleh Dr. Agus Andi Subroto, S.T.P., M.M.

Dekan Fakultas Hukum dan Bisnis ITB Yadika Pasuruan, Ketua Umum DPD AFEBSI Jawa Timur, Wasekjen IDEI (Insan Doktor Ekonomi Indonesia)


Surabaya, JatimUPdate.id - Selasa pagi, 11 Agustus 2026. Sebuah kebiasaan lama kembali memanggil jemari saya untuk "menyulam huruf", merayakan datangnya fajar dengan rasa syukur yang meluap. Sebelum matahari meninggi, tugas domestik telah usai; mengantar sang belahan jiwa menuju medan baktinya di RSUD Dr. Soetomo. Setelahnya, petualangan berlanjut. Dengan "kuda terbang" tua yang sarat kenangan, saya melipir menyusuri gang-gang kampung di Kota Pahlawan, menjemput rezeki dan menyapa realitas sebagai seorang OJOL (Ojek Online).

Bagi saya, hidup adalah perpindahan dari satu "lapak" ke "lapak" lainnya. Dari panasnya aspal jalanan, saya meluncur menuju ruang-ruang kelas di ITB Yadika Pasuruan. Di sana, saya bertemu dengan putra-putri tangguh anak bangsa, para mahasiswa yang memiliki api di matanya. Kami membedah jantung keilmuan tentang Kewirausahaan, Kepemimpinan, dan Komunikasi Bisnis melalui diskusi yang cair, guyon maton parikeno.

Di hadapan mereka, saya sering melempar sebuah pertanyaan reflektif: "Mengapa kalian harus benar-benar mempraktikkan ilmu sebagai seorang entrepreneur, leader, dan komunikator yang ulung?"

Jawaban atas pertanyaan ini bukan sekadar retorika, melainkan sesuatu yang saya tekuni sejak menyusun disertasi tentang Entrepreneurial Intention (niat berwirausaha).

Riset ini tidak berhenti di perpustakaan; ia berlanjut pada penelitian hibah BIMA Kemdiktisaintek tahun 2025 dan 2026. Di sana saya membedah sebuah misteri besar dalam pengembangan SDM: bagaimana niat yang membara di dalam jiwa tidak padam begitu saja, melainkan mampu menembus batas realitas dan mewujud dalam aksi nyata (realisasi).

Dalam dunia manajemen, fenomena ini dijelaskan secara brilian melalui Effectuation Theory dari Saras Sarasvathy. Teori ini mengajarkan bahwa pengusaha dan pemimpin hebat tidak menunggu segalanya sempurna untuk memulai.

Mereka memulai dengan apa yang ada di tangan (Bird-in-hand): siapa mereka, apa yang mereka tahu, dan siapa yang mereka kenal. Mereka tidak mendikte masa depan dengan ramalan, melainkan membentuk masa depan melalui tindakan sekecil apa pun hari ini.

Inilah prinsip "Buka Lapak" yang saya hidupi jauh sebelum gelar Doktor ini saya sandang. Prinsip ini telah saya jalani baik saat berpeluh sebagai OJOL, saat meracik bumbu sebagai penjual Nasi Goreng "Mbah Joyo", maupun saat kini mengorkestrasi berbagai organisasi nasional. Apapun "lapak" yang kita miliki, kita harus mencintainya dan menyadari bahwa di sana ada kebermanfaatan bagi manusia lain.

Di situlah latihan kepemimpinan sesungguhnya terjadi—kepemimpinan yang disampaikan dengan bahasa komunikasi asertif, yang bertujuan untuk membahagiakan serta memenangkan hati.

Esai ini saya dedikasikan secara khusus untuk mahasiswa saya di ITB Yadika Pasuruan, serta seluruh generasi muda dan mahasiswa di setiap jengkal tanah Nusantara.

Kalian adalah pengukir sejarah. Jangan pernah merasa kecil karena keterbatasan fasilitas atau nama besar institusi. Ingatlah, bahwa sebuah gedung peradaban dibangun dari batu bata karakter yang kokoh.

Jika seorang pendidik mampu menemukan kemuliaan di atas motor tua di sela-sela tugas akademiknya, maka setiap dari kalian memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi versi terbaik diri kalian.

Mari kita berhenti meragukan potensi diri. Berhentilah sekadar menjadi pengamat, dan mulailah menjadi pelaku. Ubahlah niatmu menjadi aksi, dan jadikan setiap "lapak" hidupmu sebagai cahaya bagi sesama.

Indonesia tidak butuh lebih banyak orang pintar yang hanya diam; Indonesia butuh kalian—generasi yang berani mewujudkan niat menjadi bukti nyata bagi kemuliaan bangsa.