Bappenas Tinjau TPS, Bahas Pengembangan Jaringan Pelabuhan Terpadu
Surabaya, JatimUPdate.id – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas meninjau Terminal Petikemas Surabaya (TPS), untuk menyelaraskan kebutuhan pengembangan pelabuhan dengan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 dan 2028.
Rombongan yang dipimpin Direktur Sinergi dan Tata Kelola Perencanaan Pembangunan Bappenas, Heriyadi, meninjau operasional terminal dan berdiskusi dengan Pelindo Regional 3 serta TPS mengenai pengembangan infrastruktur dan konektivitas logistik.
Heriyadi mengatakan, peninjauan lapangan diperlukan untuk memastikan perencanaan pembangunan sesuai dengan kebutuhan aktual.
“Melalui kegiatan peninjauan ini, kami ingin memperoleh gambaran langsung mengenai kebutuhan dan potensi pengembangan pelabuhan sebagai salah satu masukan dalam proses perencanaan pembangunan ke depan,” kata Heriyadi.
Dalam diskusi tersebut, Bappenas menyoroti tingginya biaya logistik nasional yang didominasi sektor transportasi.
Menurutnya Heriyadi Pengembangan simpul peti kemas, peningkatan fasilitas pelabuhan, serta integrasi angkutan laut dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi distribusi barang.
Sub Regional Head Jawa Pelindo, Purwanto Wahyu Widodo, mengatakan pengembangan Pelabuhan Tanjung Perak diarahkan pada peningkatan kapasitas, efisiensi operasional, dan konektivitas logistik.
“Pelabuhan Tanjung Perak memiliki peran strategis sebagai gerbang logistik utama di kawasan timur Indonesia. Kami berharap rencana pengembangan pelabuhan dapat terus diselaraskan dengan prioritas pembangunan pemerintah,” kata Purwanto, yang akrab disapa Ipung.
Pelindo memaparkan pengembangan Tanjung Perak yang mengacu pada Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN), rencana induk pelabuhan Tanjung Perak dan Gresik, serta dokumen tata ruang wilayah.
Pengembangan tersebut mencakup penguatan konektivitas multimoda, digitalisasi layanan, standardisasi operasional, dan integrasi sistem logistik.
Sementara itu, TPS mendorong modernisasi peralatan serta peningkatan produktivitas terminal dan konektivitas dengan kawasan industri.
Bappenas mengapresiasi upaya integrasi tersebut. Hasil peninjauan dan diskusi akan menjadi masukan dalam penajaman RKP 2027 dan penyusunan RKP 2028, khususnya terkait konektivitas nasional dan pengembangan jaringan pelabuhan terpadu. (Yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat