Catatan Mas AAS

Belajar Memahat Huruf Dari Penulis Dunia

Reporter : -
Belajar Memahat Huruf Dari Penulis Dunia
Penulis Dunia

Ternyata para pemahat huruf level dunia itu. Saat menulis harus bisa berbunyi tulisannya layaknya sedang berbicara *guyon maton parikeno* dengan kawan, sahabat, bahkan keluarga tercinta di rumah!

Dalam dunia nyata melakukan obrolan secara verbal, lesan, dan spontan saja! Tidak ada yang perlu direkayasa, baik kata dan bahasa yang digunakan.

Baca Juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut

Itu *pakem* mereka saat membuat tulisan. Bagaimana pun berat dan ringannya sebuah tulisan yang akan dibuat.

Ternyata ada benarnya sebuah kutipan: semakin cerdas seseorang itu, baik berbicara dan menulis juga bahasa dan kalimat yang dibuatnya menjadi semakin *sederhana*.

Setidaknya itu yang bisa aku pahami, maknai, setelah dua hari full membaca *sabda* dari para jawara dunia, bagaimana meramu, meracik, dan melahirkan sebuah tulisan yang mampu menarik secara alami pembaca untuk membaca tulisan seorang penulis!

Dua hari ini. Menyengaja membaca para penulis besar di dunia. Bagaimana mereka bekerja, yaitu menulis, apa saja ilmu yang digunakan oleh mereka dalam berkarya.

Siapakah mereka? Pertama adalah Isaac Asimov. Kedua Charles Dickens.

Penulis pertama kelahiran Rusia besar dan hidup di Amerika. Penulis kedua besar dan hidup di Inggris.

Dua-duanya adalah penulis *prolifik*, yang begitu sangat produktif berkarya. Isaac Asimov selama hidupnya membuat dan menyunting 500 buku. Charles Dickens kurang lebih sama hampir ratusan buku juga!

Kedua penulis di atas punya cara yang unik dalam setiap menulis. Mereka tak kan belajar teknik menulis, karena akan menghilangkan kemampuan dirinya yang _genuine_ dalam menulis. Menulis tulis saja apa yang ada di dalam kepala, bukankah sudah sedari kecil, sedari anak-anak kita sudah belajar menulis, itulah sabda keduanya!

Dan membaca lah semua buku, semua informasi, dan semua kejadian. Itu sudah lebih dari cukup.

Tidak usah berpikir kalimat-kalimat dalam tulisan Anda berisi kata-kata sastra, yang biasa dan mudah dibaca, sederhana, itu jauh lebih baik. Sampaikan, tuliskan, dan gambarkan dengan kata-kata sederhana dari semua kejadian dan pikiran yang ada di dalam kepala Anda. Cukup itu saja, dan menulis lah terus dalam waktu yang sama!

Baca Juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah

Membaca apa yang disampaikan oleh kedua begawan dunia dalam soal tulis menulis. Membuat siapapun menjadi percaya diri untuk menulis apapun, dimanapun, dan kapanpun.

Di warung kopi, tulis saja tentang pembeli, si penjual, apa saja yang dijual, bangku, kursi, yang ada di warung, serta hiruk pikuk yang terjadi di warung, bisa ditulis. Amati satu demi satu lalu tulis, dan periksa tulisan apakah sudah detil semua ditulis. Sudah latihan itu saja.

Kalau sedang duduk di taman kota, juga tulislah kegiatan saat berada ditempat itu. Sedetil mungkin, pilih kata-kata yang biasa saja, yang bisa gambarkan suasana dan keadaan di taman kota.

Juga apabila sedang berkumpul dengan keluarga di rumah. Tentu ada banyak cerita yang bisa disampaikan dengan tulisan: kondisi rumah, siapa yang ada dirumah, obrolan apa saja yang dilakukan, dan tentu siapa saja penghuni di dalam rumah, tak luput itu harus disampaikan. Ada anjing, kucing, juga hewan peliharaan lain, cerita bisa bergantian dibuat layaknya *berceloteh* dalam perbincangan dengan seorang kawan akrab di sebuah cafe. Tapi ini disampaikan dengan tulisan. Dilatih terus membuat tulisan semacam itu. Hal-hal mendasar terkesan remeh, namun itu justeru yang disampaikan oleh para master di bidangnya!

Isaac Asimov dan Charles Dickens. Sudah menghidupkan setiap huruf di dalam hidup mereka. Pagi, siang, sore, hingga malam, bahkan bangun tidur, tiba pada pagi di hari selanjutnya. Keduanya *Istiqomah* mencintai kata dan kalimat di dalam hidupnya.

Menulis bagi keduanya adalah sarana untuk mengabdi pada kehidupan. Mereka sudah tidak butuh tepuk tangan, materi, serta pengakuan diri.

Baca Juga: Inspirasi dari Kebaikan Kecil

Hidup mereka untuk menulis. Dan menulis adalah hidup mereka!

Karya Isaac Asimov yang paling melegenda adalah: seri dasar (foundation series), yang lalu ia gabungkan dengan dua seri lainnya, yaitu, seri kerajaan galaksi, dan seri robot. Isaac Asimov dikenal sebagai pemahat ulung seri *fiksi ilmiah*.

Sedangkan karya Charles Dickens, yang melegenda adalah: Oliver Twist, dan A Christmas Carol! Karya tulisnya terkenal dan diterima oleh banyak orang selain berisi kritik sosial, namun bahasa yang disampaikan lewat tulisan begitu sederhana semua kalangan bisa memahami. Di sampaikan secara unik, otentik, benar-benar pembaca dibawanya untuk mengalami langsung.

Dan kedua pemahat dunia di atas, baik Isaac Asimov dan Charles Dickens, mengajak penulis untuk masuk ke dalam dirinya terdalam dan ambilah kata, kalimat itu pelan-pelan dari gudang memori yang ada didalam jiwa ini! Dan gunakan untuk berbincang lewat tulisan.


AAS, 7 April 2023
Warkop Rungkut Surabaya

Editor : Nasirudin