Catatan Mas AAS
Redy Munggah Derajat Uripe
Posisiku pagi ini sedang rehat. Setelah antar istri ke kantornya, plus baru saja antar orderan. Antar penumpang lainnya ke tujuannya. Karena sedang bekerja jadi *tukang ojek online*!
Pekerjaan selain keliling susuri gang serta jalan raya di kota pahlawan Surabaya. Hal yang menjadi habit saya adalah scroll status dari akun media sosial yang saya miliki. Siapa tahu ada tulisan dan prestasi *kebajikan* yang di ukir oleh kaum netizen, utamanya dari anak-anak muda yang luar biasa di negeri ini!
Baca Juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut
Mengamati hal tersebut adalah sebuah *ritus* yang menjadi _kelangenanku_ kesukaanku!
Sesaat tengah menggerakkan jemari dan melihat lalu lintas di media sosial. Entah FB, WA, dan juga IG.
Kedua mata ini langsung berhenti pada sebuah flyer. Yang terpampang di sebuah gedung di kampus UB Malang.
Spontan saya membaca judul dalam flyer itu: "Sosialisasi Beasiswa Pendidikan Indonesia". Ini adalah acara *besar dan prestisius*.
Setiap anak negeri yang pingin sekolah pasti akan berduyun-duyun menghadiri acara di atas!
Tetapi yang membuatku terhenyak adalah salah satu pemateri yang hadir dalam acara itu. Berjejer orang-orang hebat tentunya. Mulai dari Wakil Rektor 4 UB yaitu Mas Andi Kurniawan, lalu Direktur Pascasarjana UB yaitu Prof. Khusaini, kemudian Kasubdit perwakilan dari Puslabdik Kemendikbud tentunya.
Nah saat mata ini terus melihat ke bawah, ke deretan *pemateri* yang tampil, ada seorang yang aku kenal dan familiar, juga menjadi pemateri. Panel dengan pemateri hebat lainnya, duduk dalam satu meja yang sama tentunya.
Melihat suguhan *semesta* pada pagi ini, hatiku langsung *meleleh*.
Luar biasa anak itu, aku sangat familiar dengan pemateri yang ke empat itu. Namanya adalah Redy Eko Prasetyo. Lengkap dengan nama gelarnya tertulis besar di dalam flyer nan besar itu!
Anak itu *Munggah Derajat* URIPE.
Spontan diri ini ikut bahagia atas capaian prestasi yang sudah diperolehnya. Dan ini tentu bisa _mengerek_ naik motivasi dari setiap *anak bangsa* lainnya. Bahwa menjadi apapun itu mungkin!
Dan hanya dengan bekal *pendidikan* lah, selubung gelap di dalam hidup dan kehidupan itu akan dibukakan satu persatu. Untuk dialami setiap manusia yang mau melakukan *perjalanan* itu.
Itu juga yang dialami pak *LURAH* BPI UB Malang itu kini!
Baca Juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah
Setiap hari, hari-harinya tidak pernah berhenti *genjrang-genjreng* untuk menghidupkan ruang kehidupan di bumi.
Pagi, siang, sore, malam, tak pernah berhenti. Selain itu ia selalu mendidik dirinya sendiri untuk terus meng-karyakan dirinya untuk terus berkontribusi, apapun, dimanapun saja!
Kalaulah sekarang *semesta* mengganjar, anak asli dari Besuki Jawa Timur ini, bukan sesuatu yang aneh.
Dan hal tersebut semakin membenarkan *hukum alam* yang berada di alam raya ini. Siapa yang mau terus berproses dan Istiqomah, benar-benar akan *indah* hasil yang akan ia alami. Rumus itu kini juga dialami oleh seorang REP (Redy Eko Prasetyo).
Saya kira kabar prestasi, dari kemauan setiap anak bangsa untuk terus mendidik keras dirinya sendiri ini. Sangat layak untuk diunggah ke ruang-ruang media sosial Tanah Air. Disaat rasa pesimis yang acap kali hiruk pikuk berada dalam lalu lintas obrolan di dunia maya. Masih ada lho, berita dan aura positif yang sedang di ukir oleh anak bangsa lainnya.
Dan cukup _surprise_ saja kejadian itu berlangsung di kampus almamater tercinta yaitu kampus perjuangan UB Malang!
Tentu apa yang dilakukan serta diraih oleh seorang REP tidak hanya membuat orang tua, plus keluarga tercintanya bahagia. Anak-anak muda di negeri ini juga akan merasakan hal yang sama, utamanya penulis juga. Bahwa apa yang telah dilakukan seorang REP membuat manusia bisa memiliki nafas yang panjang untuk mengukir *legacy* hidup di dalam hidupnya!
Hal yang lumrah apabila *seniman* edan ini, sekarang jadi jujugan orang untuk bertanya! "Mas Redy, bagaimana saya bisa sekolah yang tinggi? Saya mau melanjutkan kuliah S2, bahkan kalau bisa hingga S3?"
Baca Juga: Inspirasi dari Kebaikan Kecil
Dan anak dari Besuki, dengan gaya serta *tongkrongannya* yang khas, lalu menjawab," bisa-bisa itu, Anda bisa memperoleh hal yang sama," tegasnya. Tentu tetap sambil _cengingisan_ seturut gayanya yang ayom ayem, bak orang yang bebas hutang dalam hidupnya!
KONCOKU akhirnya *Munggah Derajat*. Bukan karena anaknya punya pusaka *Junjung Derajat*. Namun karena anaknya mau menjunjung dan berbakti kepada orang tuanya, keluarganya, manusia lainnya, dan utamanya berbakti kepada alam semesta ini. Perlahan tapi pasti hidup anak itu *terdongkrak* naik satu demi satu.
Singkronitas terjadi, kemudahan seakan selalu menghampiri. Kepada REP.
Jadi tunggu apa lagi, kalau Anda ingin juga mengalami *perubahan* hidup yang signifikan di dalam kehidupan ini.
Saya kira bukan *berlebihan* untuk memakai rumus hidup yang sama. Yang digunakan oleh seorang Redy Eko Prasetyo!
Demikian.
AAS, 11 April 2023
Surabaya
Editor : Nasirudin