Catatan Mas AAS

Mengenal Diri Sendiri

Reporter : -
Mengenal Diri Sendiri
foto Jadul Mas Aas

Semesta mendukung mungkin saja itu sebuah diksi yang pas, untuk menyampaikan sebuah kronologis. Kenapa penulis diinspirasi oleh sebuah photo lawas jaman SMA yang tetiba muncul dalam berada akun FB penulis.

Untuk beberapa saat mengamati satu demi satu wajah kawan lama tersebut: Insan, Niniek, Ruly, AAS, Okta, Fajar, dan Heru.

Baca Juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut

Apa yang hendak ditulis ya? Setelah melihat photo itu. Lalu secara auto di kepala menulis judul di atas! Hem, ya, begitulah sedikit ceritanya, mari kita lanjutkan membacanya!

Hidup bukan cuma bekerja mempersembahkan waktu, tenaga, dan pikiran.
Hidup adalah mempersembahkan jiwa dan raga pada kehidupan itu sendiri.

Lalu caranya bagaimana? Nah, itu dia mendefinisikan tentang cara ini setiap orang seperti nya memiliki definisi dan ukurannya masing-masing selaras dengan pengalaman empirisnya.

Cara penulis bisa jadi dengan menulis tulisan ini, bisa jadi dengan mengajar mata kuliah tertentu di kampus, bisa jadi saat ada waktu longgar di rumah dan lagi good mood, adalah memasak buat keluarga. Dan tak lupa melaksanakan hobi lainnya, atau mencoba keterampilan yang baru!

Semua abundance (kelimpahan) serta prosperity (kemakmuran) setiap manusia sudah Tuhan hadirkan ke dalam diri dan hidupnya orang tersebut. Begitu yang dikatakan oleh orang-orang yang telah menang dalam hidup dan kehidupannya!

Di mana hari-hari penulis biasa meneguk spirit dan insight dari mereka kala saat duduk bersama di waktu pagi, siang, bahkan malam, sambil menyeruput kopi. Tak lupa kami selalu fokus untuk selalu berbuat yang terbaik. Dan terus membuat sebuah achievement (pencapaian), berangkat dari kesadaran diri memaksimalkan potensi positif dari kelebihan diri masing-masing.

Itu cara sederhana bagaimana penulis mempersembahkan jiwa serta raga ini pada kehidupan. Kerena dalam visi setiap manusia bisa jadi berbeda-beda yang mau diraihnya, karena ditopang oleh: informasi, pengetahuan, serta pemahaman yang dimilikinya, manusia itu ingin terus bertumbuh menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri. Yang sifatnya acapkali sangat privat dan personal, seturut apa yang didapatkan nya selama ini!

Bahan bakar Pertamax manusia justeru bermula dari sana!

Baca Juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah

Memang lah benar sekali: tugas mencari dan memahami potensi diri sendiri adalah pencarian hidup yang panjang, terus menerus, tak bisa sak deg sak nyet! Dan benar juga cara meraih sesuatu kesuksesan yang hakiki saat hidup di dunia ini, sumber utama nya, ya, diri sendiri. Kita tak bisa mengekor atau bergantung pada orang lain.

Ironisnya malahan hanya jadi penonton kesuksesan orang lain. Dan kemudian menilai diri sendiri: lemah, tak berdaya, menggerutu, bahkan parahnya protes kepada yang di atas.

"Sadar lah bro, janganlah begitu!" Kita ini adalah ciptaan yang sempurna, dan Sang Pencipta sangat menginginkan kita menjadi manusia utama, yang kuat lahir dan batinnya, dalam segala aspek tentunya!

"Tangi mas bro, wis awan, Iki! Mari bersama penulis kita tonjok itu pongahnya kehidupan!" Sukses adalah hak kita bersama: hak kamu, hak dia, dan hak penulis juga.

Buang ke laut rasa rendah diri, dan merasa menjadi manusia sial selama lamanya.

Baca Juga: Inspirasi dari Kebaikan Kecil

Menjadi keniscayaan pikiran ini kita drive dengan pikiran berkelimpahan, dan kita instal dengan kekuatan yang paling berdaya di muka bumi ini: welas asih, serta cinta dan kasih yang hakiki.

Kita menyengaja menyetel pikiran ini, selaras dan kompatibel dengan energi kelimpahan yang berada di dalam semesta ini, yaitu energi cinta kasih di atas!

Agar hidup kita bisa: tenang, damai, bahagia, serta benar-benar berkelimpahan materi untuk selama-lamanya, kita berhak mendapatkan kualitas hidup yang kita harapkan dan impikan. Dan kabar baiknya semesta juga menginginkan itu terjadi dan kita alami serta akan membantu kita sepenuhnya, tinggal kita membuka diri untuk menerimanya, amiin yra.


AAS, 26 September 2023
Kota pahlawan Surabaya

Editor : Yuris. T. Hidayat