Perkuat Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Unesa Gelar JWG XII

Reporter : -
Perkuat Bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Unesa Gelar JWG XII
Ket.poto : Delegasi RI dan Prancis saat membuka JWG XII di Unesa

Surabaya, JatimUPdate.id — Universitas Negeri Surabaya (Unesa) membuka acara Joint Working Group (JWG) XII RI - Prancis di Graha Unesa, Kampus 2 Lidah Wetan, Surabaya, Rabu (3/7/2024).

Acara tersebut dihadiri Ratusan delegasi dan jajaran Pejabat Pemerintah Indonesia dan Prancis.

Baca Juga: Unesa Kukuhkan 1.506 Wisudawan

Bertajuk " Fostering Indonesia-French Higher Education, Research, and Innovation Partnership for Advanced and Sustainable Future.” agenda tersebut digelar hingga Jumat (5/7/2024).

Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Suharti, menyatakan, JWG yang digelar setiap dua tahun sekali tersebut bertujuan untuk memperkuat kerja sama Indonesia-Prancis di bidang pendidikan tinggi, riset, dan inovasi, termasuk kebudayaan.

Diungkapkan Suharti, sebanyak ratusan delegasi dua negara mendiskusikan mengenai kerja sama yang sudah dilakukan dan merencanakan kerja sama yang akan dilakukan ke depan. Semua dibahas bersama-sama kedua belah pihak.

Dia menambahkan, melalui JWG, kerja sama Indonesia dan Prancis yang terjalin baik selama ini bisa semakin kokoh. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga riset dua negara pun bisa semakin kuat.

"Melalui kerja sama ini diharapkan proses dan hasil (output dan outcome) pendidikan dapat menjadi semakin berkualitas. Pun semakin banyak hasil riset yang bisa digunakan di dua negara," kata Suharti.

Terlebih kata Suharti, aspek kerja sama melalui JWG ini difokuskan pada hal yang dibutuhkan untuk pembangunan nasional.

"Jadi prioritas kita yaitu fokus untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Baca Juga: Ajang Asean University Games XXI 2024, Kontingen Mahasiswa Unesa Raih Medali Terbanyak

JWG dan MBKM

JWG ini menjadi momentum penguatan program MBKM. Pemerintah Prancis sudah membuka pintu pendidikan tinggi maupun riset di Prancis untuk menerima mahasiswa Indonesia yang belajar di sana melalui program MBKM salah satunya IISMA maupun IISMAVO.

Sementara itu, Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone mengaku merasa senangnya dapat mengonkritkan kerja sama kedua negara, terutama di bidang pendidikan tinggi.

"Program seperti student mobility (pertukaran mahasiswa) tentu sangat penting bagi dua negara. Kami harap banyak mahasiswa Indonesia yang datang dan belajar di kampus kami, dan begitupun sebaliknya,” tuturnya.

Ia juga menekankan, bahwa kata kunci JWG, yakni penguatan kemitraan Indonesia dan Prancis yang sudah terjalin lama di bidang teknologi hingga agrikultur.
Namun.Kali ini, imbuh Fabien Penone kerja sama difokuskan untuk menjawab tantangan mutakhir di bidang pendidikan, termasuk ekonomi digital hingga ilmu sosial.

Baca Juga: Joint Working Group (JWG) Indonesia-Prancis, Pj. Gubernur Adhy Kenalkan Keindahan Pariwisata Jatim

"Kami sangat percaya apa yang kami bangun melalui kerja sama ini sangat penting untuk transformasi pendidikan dan percepatan pembangunan di dua negara. Atas urgensi itulah kami melibatkan banyak sekali delegasi dalam JWG ini," tuturnya.

Selaku tuan rumah, Rektor Unesa Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., menerangkan, komitmennya untuk terus mendukung penguatan kerja sama Indonesia-Prancis.

Kata Cak Hasan, sapaan akrab Dr. Nurhasan, Unesa juga memiliki visi untuk dapat semakin memperluas kerja sama internasional, salah satunya lewat kegiatan tersebut.

“Bidang potensial apa yang ada di Prancis dan apa yang ada di Indonesia bisa dikolaborasikan untuk sama-sama menjawab tantangan pendidikan melalui penguatan inovasi. Kalau bagi Indonesia, kita fokuskan untuk penguatan SDM mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” pungkas Cak Hasan. ***

Editor : Redaksi