Dorong Perajin Gerabah Lokal Lakukan Ekspor Unair Gelar Pengabdian Masyarakat di Mlaten Mojokerto

Reporter : -
Dorong Perajin  Gerabah Lokal Lakukan Ekspor Unair Gelar Pengabdian Masyarakat di  Mlaten Mojokerto

Mojokerto, JatimUPdate.id - Desa sentra penghasil gerabah di Desa Mlaten Kabupaten Mojokerto menjadi jujugan program pengabdian masyarakat Universitas Airlangga. Tim dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis melakukan pendampingan kepada para perajin gerabah agar bisa mengekspor produknya.

 “Kami mendampingi para perajin gerabah agar bisa ekspor. Tentu, untuk meningkatkan pendapatan mereka,” kata ketua tim pendampingan masyarakay Unair, Dr. Imron Mawardi,  kemarin. Timnya melakukan pendampingan   langsung kepada para perajin gerabah di desa yang terletak di selatan  Kota Mojokerto ini.

Baca Juga: Kemenko PM Dorong Akselerasi UMKM dan SMK Go Global Lewat Model “Belanja Masalah” di Surabaya

Menurut dia, kegiatan pendampingan ekspor ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang dibiayai DRTPM Kemendikbidristek ini. Sebelumnya, pengabdian dilakukan dengan menggelar dua pelatihan. Usai pendampingan ini, nanti dilanjutkan pelatihan ketiga. “Hingga kini, dua pelatihan sudah terselenggara. Yaitu pelatihan diversifikasi produk gerabah layak ekspor dan pelatihan digital marketing untuk pemasaran produk gerabah.”

Menurut Kepala Desa Mlaten, Dwi Sisworini,  ada sekitar 70 perajin gerabah di Mlaten. Mereka umumnya hanya memproduksi cobek. “Berbagai variasi, tapi tetap cobek. Harganya murah. Bahkan hanya  dua-tiga ribu rupiah. Kami ingin gerabah lebih bervariasi dan syukur bisa ekspor. Terima kasih tim Unair mau mendampingi mereka,’’ kata Dwi.

Karena kondisi itulah, pelatihan pertama yang dilaksanakan adalah  pengembangan dan diversifikasi produk gerabah layak ekspor. Kegiatan ini dilaksanakan pada 10 Agustus 2024. Untuk memberi gambaran tentang model dan kualitas produk gerabah yang berpotensi ekspor, tim Unair mendatangkan perajin yang berpengalamanan mengekspor gerabah dari Kasongan, Bantul, Jogjakarta, Mas Bisma. Dia memiliki  Lembaga Pendidikan Gerabah Nangsib Keramik Kasongan, Jogjakarta.

Selain Bisma, pelatihan juga diberikan oleh anggota tim Pengmas, yaitu Dr. Dien Mardhiyah. Bu Dien—panggilan akrabnya—memberikan materi tentang jenis-jenis produk kerajinan, peningkatan value produk, dan  alasan mengapa gerabah perlu diekspor.

Baca Juga: Khofifah Bangga, FK UNAIR Telah Cetak Puluhan Ribu Dokter untuk Negeri

Pelatihan kedua dilaksanakan  kemarin. Temanya adalah peningkatkan literasi teknologi dan memanfaatkan pemasaran digital sebagai sarana memperluas jangkauan produk lokal. Media sosial, branding, serta platform online seperti Facebook Marketplace menjadi fokus utama pelatihan yang berlangsung di Balai Desa Mlaten Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto ini.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Desa Mlaten Dwi Siswarini, tim dosen  Ekonomi Islam Unair, dan mahasiswa MBKM Pengabdian. Yang jadi narasumber adalah  ketua pengmas Dr Imron Mawardi dan ahli  digital marketing dan pengembangan UMKM, Erland Maulana. Pelatihan diikuti  27  pengrajin gerabah Desa Mlaten.

Pada pelatihan ini,  Imron menjelaskan bahwa program ini difokuskan untuk membantu para perajin tradisional beradaptasi dengan era digital. “Penggunaan media digital bukan hanya tren, tetapi kebutuhan. Lewat pelatihan ini, kami berharap pengrajin di Desa Mlaten bisa lebih percaya diri memasarkan produknya secara global,” terang Imron yang kini juga Wakil Dekan Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) Unair ini.

Baca Juga: BEM FEB Unair Kawal APBD 2025, Komisi D DPRD Surabaya Apresiasi Gerakan Akademisi Muda

Ia menambahkan, sekarang ini ada beberapa metode pemasaran yang populer, yakni content marketing, social media marketing, dan influencer marketing, terangnya. Menurutnya, pemasaran tidak hanya sekadar menjual produk, tetapi juga membangun citra dan branding yang kuat di hadapan konsumen. Sehingga produk gerabah lokal Desa Mlaten bisa menembus pasar ekspor.

 Sementara itu, Erland Maulana memberikan pelatihan  praktek langsung menjual produk di Facebook Marketplace. Para peserta diminta langsung masuk ke akun facebook dan  menggunakan Facebook Marketplace yang tersedia di masing-masing gawai mereka, membuat content, dan mengupload.

“Kita akan mencoba pelan-pelan mulai dari memposting produk Facebook-nya dulu. Supaya mereka lebih fasih dengan teknologi dan bisa membantu bisnis keluarga berkembang,” imbuhnya.  Para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan, terlihat dari banyaknya yang mengajukan pertanyaan seputar aplikasi media digital bagi produk-produk mereka (*).

Editor : Redaksi