Hilirisasi Tanpa Dukungan Perbankan Dinilai Hambat Pertumbuhan Ekonomi

Reporter : -
Hilirisasi Tanpa Dukungan Perbankan Dinilai Hambat Pertumbuhan Ekonomi

Jakarta, JatimUPdate.id - Fraksi Partai Golkar menyoroti kurangnya dukungan pembiayaan perbankan dalam negeri terhadap program hilirisasi yang menjadi salah satu agenda strategis pemerintah. Dalam diskusi bertajuk "Mencari Cara Ekonomi Tumbuh Tinggi", Ketua Fraksi Partai Golkar M. Sarmuji menyebut, tanpa dukungan pendanaan yang memadai, program hilirisasi sulit memberikan dampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi.

“Hilirisasi bisa menjadi mesin pertumbuhan baru bagi Indonesia. Namun, tanpa pembiayaan yang cukup dari perbankan nasional, program ini hanya akan terus dibicarakan tanpa implementasi yang nyata,” kata Sarmuji di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (19/11/2024).

Baca Juga: Adies Kadir Kenang Awal Karier di DPRD Surabaya, Titik Balik Menuju Senayan

Menurutnya, pembiayaan untuk hilirisasi harus menjadi prioritas. “Kalau program ini mendapat dukungan pendanaan yang memadai, dampaknya akan signifikan bagi ekonomi kita. Hilirisasi tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri tetapi juga membuka lapangan kerja baru,” tambahnya.

Sarmuji juga menyinggung pentingnya kebijakan moneter untuk mendukung sektor strategis. “Bank Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK) memiliki landasan hukum untuk mengelola likuiditas. Ini peluang untuk menciptakan kebijakan moneter yang mendorong sektor-sektor utama,” jelasnya.

Ia mencontohkan era 1988-1995 ketika Kredit Likuiditas Bank Indonesia (KLBI) menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi hingga rata-rata 10 persen. “Kami berharap kebijakan serupa bisa diterapkan kembali dengan prinsip kehati-hatian dan fokus pada sektor-sektor strategis seperti pangan, energi, dan manufaktur,” ungkapnya.

Baca Juga: Golkar Surabaya Rayakan HUT ke-61 Gelar Turnamen Mini Soccer, Jurnalis Ikut Bertanding

Sarmuji juga menekankan perlunya pendanaan dengan bunga rendah agar dapat dijangkau oleh masyarakat. “Dengan beban bunga yang lebih ringan, masyarakat akan terdorong untuk berinvestasi dan sektor-sektor strategis pun bisa tumbuh lebih cepat,” ujarnya.

Di sisi lain, ia menilai keterlibatan sektor perbankan dalam mendukung hilirisasi masih sangat minim. “Tanpa dukungan kredit dari perbankan, sulit membayangkan hilirisasi bisa benar-benar berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang tinggi,” kata Sarmuji.

Diskusi ini juga dihadiri sejumlah tokoh, termasuk Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Ketua Badan Supervisi Bank Indonesia Muhammad Nawir Messi, dan ekonom PT Bank Mandiri Andriy Asmoro. Para narasumber memberikan masukan terkait strategi mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk penguatan peran sektor keuangan.

Baca Juga: Golkar Surabaya Buka Rumah Aspirasi, Adies Kadir: Ini Bukti Partai Hadir untuk Rakyat

“Diskusi seperti ini sangat penting untuk menghasilkan kebijakan berbasis data dan fakta. Kami akan terus mendorong dialog yang membahas solusi konkret bagi ekonomi nasional,” kata Sarmuji menutup diskusi.

Dengan dukungan kebijakan fiskal dan moneter yang terarah, Sarmuji optimistis Indonesia dapat mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen seperti yang ditargetkan Presiden Prabowo Subianto (*).

Editor : Redaksi