Masak Bareng Gubernur, Kadindik Jatim Sapu Bersih 4 Juara Lewat Bandeng Parape

Reporter : M Aris Effendi
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa tengah menyaksikan lomba memasak di meja Kadisdik Jatim Aries Agung Paewai berpasangan dengan Kabiro Adpim Pulung Chausar yang diakhir lomba menyabet Juara.

 

Surabaya,  JatimUPdate.id, – Aroma masakan khas Nusantara bercampur tawa hangat para pejabat mewarnai Lomba Memasak Kepala Perangkat Daerah dan BUMD bersama Gubernur Jawa Timur, Kamis (19/3/2026) dini hari.

Baca juga: Lebaran di Tengah Dentum Dunia

Di tengah suasana penuh kebersamaan itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai tampil mencuri perhatian. Bersama timnya, ia menyajikan bandeng bakar parape khas Makassar yang dipadukan dengan sambal dabu-dabu.

Hidangan tersebut bukan sekadar menggugah selera. Sentuhan rasa yang kuat, tampilan menarik, serta kreativitas pengolahan membuat sajian itu memikat dewan juri.

Hasilnya, Aries bersama Kepala Biro Adpim Setda Provinsi Jawa Timur, Pulung Chausar, sukses menyapu bersih empat penghargaan sekaligus. Mulai dari Juara Umum, Juara 1 Plating, Juara 1 Kreativitas Pengolahan, hingga Juara 1 Cita Rasa.

Ajang yang juga dihadiri Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa itu tak sekadar menjadi kompetisi memasak. Lebih dari itu, menjadi ruang membangun kedekatan dan memperkuat sinergi antar pimpinan daerah.

Baca juga: Prabowo Salat Idulfitri di Aceh Tamiang, Didampingi Sejumlah Pejabat Negara

Aries menegaskan, momentum kebersamaan di bulan Ramadan dimanfaatkan sebagai sarana mempererat kolaborasi sekaligus menumbuhkan kreativitas.

“Ini bukan sekadar lomba. Ada nilai kebersamaan, kolaborasi, dan kreativitas yang kita bangun bersama,” ujarnya.

Mantan Kabiro Humas Pemprov Jatim itu menambahkan, semangat yang tercermin dalam kegiatan ini diharapkan menular ke dunia pendidikan di Jawa Timur.

Baca juga: Akhiri Ramadan Bersama Keluarga, Presiden Prabowo Unggah Foto Kebersaamaan Mbak Titiek Dan Mas Didit

Menurutnya, lingkungan pendidikan perlu terus didorong menjadi ruang yang suportif, inovatif, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik.

“Nilai kebersamaan, kreativitas, dan ketekunan ini penting untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga berkarakter kuat dan berdaya saing,” tegas alumnus IPDN 1999 tersebut.

Lebih dari sekadar prestasi, keberhasilan ini menjadi simbol kepemimpinan yang humanis—bahwa kebersamaan dan kolaborasi, bahkan dari ruang sederhana seperti dapur lomba, mampu melahirkan dampak besar bagi penguatan ekosistem pendidikan di Jawa Timur.

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru