Sidoarjo, JatimUPdate.id - Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, mengunjungi wahana Outdoor Learning (ODL) di Kampung Lali Gadget, Dusun Benet, Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Senin (4/5/2026).
Baca juga: Polisi Pastikan Kades Buncitan Meninggal Bunuh Diri, Diduga Terjerat Utang Ratusan Juta
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mendorong tumbuh kembang anak melalui aktivitas positif tanpa ketergantungan pada gadget.
Wabup Mimik didampingi perwakilan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Camat Wonoayu, serta Forkopimka setempat.
Mimik Idayana menyampaikan apresiasinya terhadap keberadaan Kampung Lali Gadget yang dinilai mampu menjadi solusi atas maraknya ketergantungan anak terhadap perangkat digital.
Menurutnya, inisiatif yang digagas anak muda tersebut menjadi ruang alternatif bagi anak-anak untuk belajar, bermain, dan berinteraksi secara langsung dengan lingkungan.
“Ini contoh nyata bagaimana masyarakat dapat berperan aktif dalam mendukung pendidikan karakter anak. Anak-anak bisa bersosialisasi, mengenal alam, dan belajar tanpa harus bergantung pada gadget,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan terus mendorong pengembangan program serupa agar dapat direplikasi di berbagai wilayah.
Baca juga: Kepala Desa Buncitan Ditemukan Meninggal di Balai Desa, Polisi Lakukan Penyelidikan
Dengan demikian, semakin banyak anak yang mendapatkan manfaat dari kegiatan belajar di luar kelas.
“Ke depan, konsep seperti ini diharapkan bisa dikembangkan di kecamatan dan desa lain. Sarana prasarana juga perlu dimaksimalkan agar mampu menampung lebih banyak anak untuk kegiatan outing class tanpa harus keluar daerah,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Netti Lastiningsih, menilai Kampung Lali Gadget sejalan dengan arah kebijakan pendidikan yang menekankan penguatan karakter dan kreativitas anak.
Menurutnya, konsep Outdoor Learning (ODL) sangat relevan sebagai model pembelajaran kontekstual, khususnya bagi jenjang PAUD hingga sekolah dasar.
Baca juga: Tabligh Akbar di Milad ke-39 Yayasan Al Muslim
“Pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga bisa di luar kelas atau bahkan di lingkungan sekolah dengan memaksimalkan fasilitas yang ada,” jelasnya.
Di sisi lain, pendiri Kampung Lali Gadget, Achmad Irfandi, mengungkapkan bahwa tempat tersebut hadir sebagai respons atas kekhawatiran terhadap penggunaan gadget berlebihan pada anak-anak.
Ia mengatakan, Kampung Lali Gadget mengajak anak-anak kembali ke dunia bermain yang sesungguhnya melalui berbagai permainan tradisional seperti dakon, egrang, gobak sodor, hingga bakiak panjang.
“Melalui permainan tradisional, anak-anak belajar nilai kebersamaan, kreativitas, dan kearifan lokal,” ungkapnya.(ih/roy)
Editor : Ibrahim