Jakarta, JatimUPdate.id - Direktur Eksekutif Indonesia Development Research (IDR) Fathorrahman Fadli mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan pembersihan praktik korupsi secara lebih revolusioner di seluruh instalasi negara, baik kementerian maupun lembaga.
Baca juga: Fathorrahman Fadli: Pendidikan Gratis Solusi Putus Rantai Kemiskinan
Pandangan tersebut disampaikannya menjawab keadaan negara yang semakin dipenuhi oleh praktik korupsi. Menurut Fathorrahman Fadli, korupsi sudah tidak dapat ditoleransi lagi.
"Korupsi sudah berada di luar ambang batas kesabaran rakyat yang semakin susah memenuhi kebutuhan hidupnya, saya yakin Presiden tahu betul hal itu," katanya.
Prabowo, lanjut pria yang akrab disapa Mr.Ong itu mengingatkan kembali akan cita-cita dan legacy.nya untuk memperbaiki nasib bangsanya. "Prabowo harus lebih keras lagi dalam memberantas korupsi, sikat saja semua, lakukan secara dramatis dengan mempertimbangkan aspek kepantasan secara etika untuk ditangkap. Prabowo harus mampu memberi efek kejut yang menakutkan para koruptor," tegasnya.
Memperbaiki kinerja Polisi dan Jaksa
Presiden Prabowo lanjut Fathorrahman Fadli, harus menunjukkan i'tikad baiknya dalam memberantas korupsi. Misalnya, Presiden harus menunjukkan sikap yang lebih tegas dalam membenahi kinerja penegakan hukum dalam kepolisian kita.
"Segera laksanakan saja rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP), sebab mereka sudah bekerja sangat bagus dalam menata kembali kepolisian menjadi alat negara yang terbebas dari intervensi bisnis maupun politik. Jika Presiden tidak sungguh-sungguh melaksanakan, maka ada potensi dia sedang memancing amarah rakyat yang tak mungkin bisa dibendung," tegasnya.
Pendidikan gratis
Baca juga: Kontroversi Kunjungan Prabowo Ke Luar Negeri Dan Payung Diplomasi Kemandirian
IDR juga menyoroti pentingnya pendidikan gratis dari Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi adalah langkah strategis dalam merencanakan masa depan. "Pendidikan gratis sama populisnya dengan Makan Bergizi Gratis (MBG), namun saya lihat efek jangka panjangnya jauh lebih berguna bagi kemajuan bangsa. MBG mengenyangkan, sedang pendidikan itu mencerdaskan," jelasnya.
Melalui pendidikan gratis, lanjut dosen di sebuah Perguruan Tinggi terbesar dengan 105 ribu mahasiswa itu akan menjadikan Presiden Prabowo sebagai Bapak Pendidikan bagi bangsa Indonesia. "Kelak Presiden akan ditulis dalam sejarah perjalanan bangsa ini sebagai Bapak Pendidikan Nasional baru setelah Ki Hajar Dewantoro," jelasnya.
Menurut pria yang juga Anggota Pokja Komisi Percepatan Reformasi Polri itu, melalui pendidikan gratis, masyarakat akan cerdas yang akan memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalahnya secara mandiri.
"Jika masyarakat cerdas, semua masalah kehidupan akan teratasi dengan baik, jalannya adalah pendidikan gratis," jelasnya.
Pendidikan Gratis lebih akuntabel
Prabowo, menurutnya harus memberikan jalan yang lapang bagi rakyat untuk menjasi cerdas melalui pendidikan gratis. Pendidikan gratis lebih mudah dihitung berapa besaran anggarannya.
"Jadi tidak ada lagi cerita rakyat yang tidak bisa sekolah akibat miskin dan tidak punya biaya. Pendidikan gratis dapat memberikan jaminan hidup rakyat yang lebih baik," ujar Fathorrahman Fadli.
Dia juga menjelaskan tentang adanya pendidikan di Perguruan Tinggi yang berpotensi berbiaya tinggi sebagai akibat diberikannya kebebasan untuk membuka jalur mandiri. "Kebijakan tersebut mestinya dikaji ulang agar seluruh rakyat bisa kuliah dengan baik tanpa dihantui Uang Kuliah Tetap (UKT) yang makin mahal," pintanya. (sof/red)
Editor : Redaksi