Gembleng 250 Pejuang Literasi, Dispersip Probolinggo Gelar Bimtek Lima Hari Penuh

Reporter : Ponirin Mika
Selama lima hari penuh, 22–26 Juni 2026, sebanyak 250 orang "pejuang literasi" ditempa lewat Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi yang dipusatkan di Aula Pustakaloka Kantor Dispersip.

 

Probolinggo, JatimUPdate.id – Di tengah era banjir informasi yang kian deras, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Probolinggo mengambil langkah nyata.

Baca juga: Kiai Wahid Zaini Tidak Butuh Muktamar Tapi Muktamar Butuh Warisannya

Selama lima hari penuh, 22–26 Juni 2026, sebanyak 250 orang "pejuang literasi" ditempa lewat Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi yang dipusatkan di Aula Pustakaloka Kantor Dispersip.

Bimtek ini dirancang untuk melahirkan penggerak literasi yang mampu berpikir kritis, memilah informasi, dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Materi yang diberikan mencakup literasi informasi secara teoretis sekaligus praktis, dipandu narasumber kompeten dari kalangan akademisi, praktisi pendidikan, hingga pegiat komunitas literasi berpengalaman seperti Ponirin Mika dan Ainul Yakin.

Peserta datang dari tiga kelompok utama: 100 pustakawan dan pengelola perpustakaan, 50 guru, serta 100 pegiat literasi dari berbagai penjuru kecamatan di Kabupaten Probolinggo.

Perpaduan tiga elemen ini disengaja — agar sinergi antara pengelola informasi, fasilitator pembelajaran, dan agen perubahan dapat terjalin kuat.

Baca juga: Ngaji Muktamar; Gus Yusuf Chudlori dan Penawar Kebuntuan NU

Selama sepekan kerja, 22 hingga 26 Juni 2026, Aula Pustakaloka Dispersip menjadi "dapur" tempat para penggerak literasi ini ditempa, hari demi hari, sesi demi sesi.

Kepala Dispersip Kabupaten Probolinggo, Ulfiningtyas, memberi jawaban tegas: literasi hari ini bukan lagi soal bisa baca dan tulis.

"Literasi berarti kemampuan berpikir kritis, bernalar, berkolaborasi, serta memanfaatkan teknologi informasi secara bijak. Pustakawan, guru, dan pegiat literasi adalah garda terdepan dalam membangun ekosistem literasi masyarakat," tegasnya.

Baca juga: Upayakan Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa se-Kecamatan Maesan  Guna Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Dan Perpajakan

Kepala Bidang Pelayanan Pengembangan Perpustakaan, Nurul Yaqin, menambahkan bahwa pembekalan ini diarahkan agar peserta mampu mengenali kebutuhan informasi, menelusuri, mengevaluasi, hingga memanfaatkan sumber informasi secara kritis, etis, dan efektif.

"Kami berharap dapat memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan Kabupaten Probolinggo yang SAE Literasi, berpengetahuan, berkarakter, dan memiliki daya saing global," pungkas Ulfiningtyas.

Dengan 250 penggerak literasi yang kini lebih terbekali, Probolinggo bersiap membangun ekosistem literasi yang tidak hanya kuat hari ini — tetapi adaptif menghadapi tantangan masa depan. (pm/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru