Proyek Senilai USD20,9 miliar, Berkapasitas 9,5 juta ton LNG per tahun

Presiden Prabowo Resmikan Grounbreaking Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela Di Kab. Kepulauan Tanimbar

Reporter : Yuris. T. Hidayat
Presiden Prabowo saat memberikan arahan pada acara groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela di Istana Merdeka pada Kamis, (16/07/2026).

 

Jakarta, JatimUPdate.id - Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela pada Kamis, (16/07/2026).

Baca juga: Rosan Roeslani : Realisasi Investasi Semester I 2026 Capai Rp1.010,6 triliun, Setara 49,5 persen Dari Target 2026

Acara tersebut dilaksanakan secara hybrid melalui konferensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, dan lokasi proyek di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku.

Proyek yang telah direncanakan sejak 1998 ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemandirian energi nasional.

Dengan nilai investasi sekitar USD20,9 miliar, LNG Abadi Masela akan memiliki kapasitas produksi 9,5 juta ton LNG per tahun, dengan 60 persen produksinya diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Baca juga: Sygma Research and Consulting : Presiden Perlu Evaluasi Menteri PU, Kontroversi Beruntun Ganggu Kepercayaan Publik

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan suatu bangsa membutuhkan kerja keras dan persatuan.

Untuk itu, Presiden meminta agar proyek yang telah dinantikan hampir tiga dekade ini dapat diselesaikan secepat mungkin.

Baca juga: Dari Uang Saku Margono dan Patungan Rakyat, Jatuh ke Kubangan Fraud Petani Bodong

"Proyek Gas LNG Masela ini telah di rencanakan sejak 1998, tiga dekade yang lalu, untuk itu mesti cepat dikerjakan dan selesai secara cepat," kata Presiden Prabowo.

Bagi pemerintah, dimulainya pembangunan LNG Abadi Masela tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mempercepat hilirisasi, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, serta mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di Maluku dan kawasan timur Indonesia. (rilis/yh/ya)

Editor : Yoyok Ajar

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru