Bondowoso, JatimUPdate.id, – Kontingen Pramuka Inti (Rajawali) Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI 2026. Mewakili Jawa Timur, kontingen tersebut berhasil meraih dua gelar juara pertama, yakni Lomba Defile Barisan dan Karnaval Budaya.
Dua prestasi tersebut menjadi buah dari persiapan, kedisiplinan, kekompakan, dan kerja sama para santri dalam mengikuti rangkaian kegiatan kepramukaan tingkat nasional itu.
Baca juga: Operasi Patuh Semeru 2026 Resmi Dimulai, Ini Target Polres Bondowoso
Perjalanan Kontingen Rajawali Al-Ishlah dimulai pada Selasa (29/9/2026) dini hari. Rombongan bertolak dari pondok pesantren menuju Halogen Hotel Airport Surabaya yang menjadi titik kumpul perwakilan kontingen Jawa Timur.
Di lokasi tersebut, para peserta mengikuti training center (TC) selama satu hari bersama 64 santri pilihan dari berbagai daerah di Jawa Timur. Mereka berasal dari Kabupaten Sidoarjo, Pacitan, Ponorogo, Bondowoso, Jember, Nganjuk, Jombang, serta Kota Malang.
Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para santri untuk saling mengenal, membangun komunikasi, mempererat persaudaraan, dan menyatukan semangat sebelum mengikuti PPSN VI 2026.
Pada Rabu (30/9/2026), kontingen Jawa Timur mengikuti prosesi pelepasan yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Pelepasan itu menjadi bentuk dukungan kepada para santri yang akan membawa nama daerah dalam ajang nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyampaikan harapan agar para peserta mampu memberikan penampilan dan prestasi terbaik.
“Mudah-mudahan anak-anakku bisa memberikan dedikasi terbaik, penampilan terbaik, prestasi terbaik dan gemilang. Aamiin,” ujar Khofifah sebelum memberangkatkan kontingen Jawa Timur.
Usai pelepasan, rombongan melanjutkan perjalanan menuju lokasi PPSN VI 2026 di Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, Kabupaten Malang.
Setibanya di lokasi, peserta menjalani registrasi sebelum memasuki kawasan perkemahan. Kontingen Rajawali Al-Ishlah kemudian menyiapkan perlengkapan dan mendirikan tenda sebagai bagian dari persiapan mengikuti kegiatan.
Raih Dua Gelar Juara Pertama
Perjuangan Kontingen Rajawali Al-Ishlah membuahkan hasil membanggakan saat mengikuti perlombaan. Mereka berhasil meraih Juara 1 Lomba Defile Barisan melalui penampilan yang mengedepankan kekompakan, ketertiban, kedisiplinan, dan keselarasan gerakan.
Baca juga: SD Plus Al-Ishlah Bondowoso Gelar Perjumsa, Latih Kemandirian dan Karakter Penggalang
Prestasi berikutnya diraih dalam Lomba Karnaval Budaya. Kontingen Rajawali Al-Ishlah kembali meraih Juara 1 melalui penampilan yang menonjolkan kreativitas dan kekayaan budaya Indonesia.
Keberhasilan meraih dua gelar juara pertama tersebut menjadi kebanggaan bagi Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso sekaligus kontingen Jawa Timur. Capaian itu juga menunjukkan bahwa para santri mampu mengembangkan potensi diri melalui kegiatan kepramukaan, seni, dan kebudayaan.
Sebelum berangkat mengikuti kegiatan, para peserta juga menerima pesan dari pimpinan pondok pesantren dan dewan asatidz agar senantiasa menjaga salat, sikap, wibawa, serta nama baik pesantren, kiai, dan Jawa Timur.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para santri untuk tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan akhlak selama mengikuti kegiatan, sekaligus membawa identitas pesantren dengan penuh tanggung jawab.
Perkuat Persaudaraan Antarsantri
Selain mengejar prestasi, keikutsertaan dalam PPSN VI 2026 menjadi kesempatan bagi Kontingen Rajawali Al-Ishlah untuk memperluas pengalaman, mengenal budaya daerah lain, dan menjalin persahabatan dengan santri dari berbagai pondok pesantren.
Baca juga: PKB Jatim Jihad Santri Hari ini Melawan Karhutla
Setelah seluruh rangkaian kegiatan dan perlombaan selesai, para perwakilan kontingen Jawa Timur mengikuti acara pisah kenang. Momen tersebut menjadi kesempatan untuk berbagi cerita, mengenang pengalaman selama kegiatan, serta mempererat persaudaraan yang telah terbangun.
Perjalanan panjang, kebersamaan di bumi perkemahan, hingga perjuangan dalam perlombaan menjadi pengalaman berharga bagi para peserta. Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, kerja sama, dan penghargaan terhadap keberagaman menjadi bagian penting dari pembelajaran selama mengikuti PPSN VI 2026.
Bagi Kontingen Rajawali Al-Ishlah, keberhasilan ini bukan sekadar tentang membawa pulang dua gelar juara. Lebih dari itu, pengalaman tersebut menjadi bekal bagi para santri untuk terus mengembangkan potensi, menjaga akhlak, dan mengamalkan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari.
Prestasi Juara 1 Defile Barisan dan Juara 1 Karnaval Budaya sekaligus menegaskan bahwa kerja keras dan kekompakan dapat mengantarkan para santri meraih hasil membanggakan.
Kontingen Rajawali Al-Ishlah Bondowoso pun menorehkan cerita tersendiri dalam PPSN VI 2026. Dengan membawa semangat pengabdian santri dan jiwa kepramukaan, mereka tidak hanya mengharumkan nama pesantren, tetapi juga turut membawa kebanggaan bagi Jawa Timur di tingkat nasional. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat