Surabaya,JatimUPdate.id – Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Baktiono, menyoroti penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) Bank Jatim.
"Kami menilai CSR Bank Jatim belum optimal membantu warga kurang mampu, terutama untuk mengatasi tunggakan biaya sekolah dan ijazah yang tertahan," kata Baktiono usai rapat koordinasi dengan Bank Jatim, Rabu (28/10).
Baca juga: Sumpah Pemuda, Abdul Ghoni Dorong Arek Suroboyo Berani Berkarya dan Kritis
Baktiono menyebut masih banyak warga Surabaya yang mengeluhkan sulitnya membiayai pendidikan anak.
Keluhan tersebut mulai dari kebutuhan seragam hingga tunggakan sekolah yang berujung penahanan ijazah.
“Banyak keluhan warga masyarakat tentang tidak bisa sekolah, atau pemberian beasiswa. Ijazah juga banyak ditahan karena mereka tidak bisa membeli seragam dan sebagainya,” tambah Baktiono.
Ia mengatakan, DPRD Surabaya sudah menjembatani kebutuhan warga dengan mengirimkan surat pengantar kepada Bank Jatim.
Surat tersebut dilengkapi data penerima bantuan, mulai dari nama, NIK, alamat hingga sekolah.
Namun, beber Baktiono, mekanisme penyaluran bantuan masih menjadi kendala.
"Berkas usulan yang seharusnya dapat ditindaklanjuti untuk membantu menyelesaikan persoalan biaya pendidikan justru kerap dikembalikan kepada warga," tukas Baktiono.
Baca juga: Komisi A Sorot Rumah Kos Enam Lantai di Surabaya Barat Desak Pemkot Terbitkan Perwali
Padahal, ia menilai penahanan ijazah akibat ketidakmampuan ekonomi berpotensi memperpanjang persoalan kemiskinan.
“Menahan ijazah ini sama dengan menambah kemiskinan baru. Pemerintah kota hanya kebagian wajib belajar 9 tahun, sementara tingkat SMA/SMK merupakan kewenangan provinsi. Maka, di sinilah tugas Bank Jatim untuk hadir,” tegasnya.
Baktiono juga menyayangkan lambatnya respons terhadap sejumlah surat usulan yang dikirimkan kepada manajemen Bank Jatim.
Ia menegaskan warga kurang mampu tidak seharusnya dibebani prosedur berulang untuk mendapatkan bantuan pendidikan.
“Kalau masyarakat langsung ke Bank Jatim, tidak mungkin. Dia untuk bekerja harian saja untuk makan hari itu, belum untuk sekolahnya. Makanya perwakilan ini hadir untuk menjembatani, bukan untuk kepentingan pribadi,” katanya.
Baca juga: Akhir Tahun, Pemkot Surabaya Buka Rute Baru Feeder Wira Wiri ke RSUD Soewandhie
Ia meminta Bank Jatim mengevaluasi mekanisme penyaluran CSR, termasuk menyederhanakan birokrasi.
Sehingga kata Baktiono bantuan pendidikan dapat segera menjangkau warga yang membutuhkan.
"Dukungan tersebut penting, terutama bagi siswa yang bersekolah di SMA/SMK dan sekolah swasta, ketika persoalan pembiayaan menghambat keberlanjutan pendidikan mereka," demikian Baktiono.
Sementara perwakilan Bank Jatim yang mengikuti rapat koordinasi menolak memberikan komentar saat dimintai keterangan oleh awak media. (Roy/Yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat