Akhir Tahun, Pemkot Surabaya Buka Rute Baru Feeder Wira Wiri ke RSUD Soewandhie

avatar Ibrahim
  • URL berhasil dicopy
Eri Irawan, dok Jatimupdate.id
Eri Irawan, dok Jatimupdate.id

Surabaya,JatimUPdate.id – Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan menyebut Pemkot Surabaya akan membuka rute baru Feeder Wira Wiri yang menghubungkan Rumah Sakit Eka Candrari di Surabaya Timur dengan RSUD Dr. Soewandhie akhir 2026. 

Hal itu disampaikan Eri Usai pemkot Surabaya meningkatkan kapasitas Feeder Wira Wiri Suroboyo di rute Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ)–Lakarsantri. 

Sebanyak 18 mikrobus baru dijadwalkan beroperasi mulai Senin (26/10),

"Nah yang akan ada tambahan akhir tahun ini rute dari Rumah Sakit Eka Candrari ini di Surabaya Timur menuju ke Rumah Sakit Dr. Soewandi," beber Eri, Selasa (27/10).

Menurut Eri, rute tersebut memiliki potensi penumpang cukup tinggi karena menghubungkan dua fasilitas kesehatan. 

Eri menyebut, sepanjang jalur itu juga terdapat fasilitas pendidikan, mulai kampus hingga sekolah.

"Serta pusat aktivitas ekonomi masyarakat," tuturnya.

Eri memaparkan selain membuka rute baru, DPRD Surabaya juga memperjuangkan peningkatan kapasitas armada Feeder Wira Wiri pada rute Kenpark–Purabaya.

Menurut Eri , rute tersebut membantu mobilitas masyarakat setelah armadanya kembali melintasi jalan tol. 

Sebelumnya, papar Eri awal 2026, layanan itu sempat tidak masuk tol setelah kontraknya diputus Kementerian Perhubungan.

Namun, melalui pergeseran anggaran, armada akhirnya bisa kembali menggunakan jalan tol.

"Tahun depan itu kita perjuangkan untuk upgrade armadanya sama satu rute baru lagi," ujarnya.

Eri menambahkan, Pemkot Surabaya juga merencanakan penambahan satu rute Feeder Wira Wiri pada 2027. 

"Namun kepastian jalur tersebut masih menunggu kajian lebih lanjut," demikian Eri Irawan

Kepala UPTD Pengelolaan Transportasi Umum (PTU) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Eni Sugiharti, mengatakan penambahan armada merupakan hasil evaluasi berkala terhadap tingkat keterisian penumpang atau load factor di setiap rute. 

Ia menegaskan evaluasi tersebut untuk menyesuaikan kapasitas kendaraan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Setiap rute kami evaluasi secara berkala, termasuk tingkat keterisian penumpangnya. Dari hasil evaluasi di lapangan, kebutuhan di rute Lakarsantri cukup tinggi. Karena itu, kami meningkatkan kapasitas kendaraannya agar bisa mengakomodasi kebutuhan masyarakat,” ujar Eni. (Roy/Yh)