Soroti Tanjung Carat, Arman Saputra : Kunci Hilirisasi dan Ekspor Sumsel

avatar Shofa
  • URL berhasil dicopy
Founder Rumah Indonesia, Arman Saputra,
Founder Rumah Indonesia, Arman Saputra,

Palembang, JatimUPdate.id - Pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat dinilai dapat menjadi momentum bagi Sumatera Selatan untuk memperkuat industri hilir, meningkatkan daya saing ekspor, dan memperluas peran dalam jaringan perdagangan internasional. Namun, peluang tersebut membutuhkan kepastian kebijakan, pembangunan infrastruktur, dan strategi investasi yang terintegrasi.

Founder Rumah Indonesia, Arman Saputra, mendorong pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menyusun peta jalan pengembangan Tanjung Carat dan kawasan Tanjung Api-Api agar potensi ekonomi daerah dapat dimanfaatkan secara optimal.

Menurut Arman, Sumatera Selatan tidak seharusnya hanya mengandalkan penjualan komoditas mentah. Daerah ini perlu mengembangkan industri pengolahan yang mampu meningkatkan nilai tambah produk sebelum dipasarkan ke luar daerah maupun pasar internasional.

“Jangan sampai kekayaan sumber daya alam Sumatera Selatan hanya keluar sebagai komoditas mentah, sementara nilai tambah industri, jasa perdagangan, dan keuntungan logistik lebih banyak dinikmati di luar negeri. Kita harus membangun kapasitas sendiri agar manfaat ekonomi lebih besar dinikmati oleh bangsa Indonesia,” tegas Arman di Jakarta, Selasa (27/10)

Ia berpandangan, keberadaan pelabuhan yang terhubung dengan kawasan industri dapat membantu memperlancar arus barang, memperkuat rantai pasok, serta membuka peluang bagi investasi sektor manufaktur dan pengolahan sumber daya alam.

Tanjung Carat dan Peluang Meningkatkan Daya Saing Ekspor

Arman menilai pembangunan infrastruktur pelabuhan perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi ekonomi jangka panjang Sumatera Selatan. Konektivitas antara pelabuhan, akses jalan, kawasan industri, dan pusat produksi menjadi faktor penting untuk mendukung efisiensi distribusi barang.

Menurutnya, infrastruktur logistik yang memadai dapat membantu pelaku usaha mengakses pasar internasional sekaligus meningkatkan daya tarik daerah bagi investor.

Ia juga menyoroti posisi Singapura sebagai salah satu pusat perdagangan dan alih muat barang (transshipment) utama di Asia Tenggara. Indonesia, kata dia, perlu memperkuat kapasitas logistiknya agar memiliki peran lebih besar dalam rantai pasok regional.

“Indonesia tidak boleh hanya menjadi pemasok bahan mentah bagi pasar global. Kita harus berani membangun pusat industri dan perdagangan sendiri,” ujar Arman.

Ia menegaskan, pengembangan Tanjung Carat bukan ditujukan untuk berkonfrontasi dengan negara lain, melainkan memperkuat kemampuan Indonesia dalam menyediakan layanan pelabuhan, perdagangan, dan distribusi barang.

Meski demikian, peluang tersebut bergantung pada kesiapan infrastruktur, efisiensi operasional, kepastian tarif, serta kemampuan kawasan menarik kegiatan industri dan perdagangan dalam skala yang berkelanjutan.

Kepastian Kebijakan Dibutuhkan untuk Menarik Investor

Arman turut menyoroti perlunya kejelasan arah kebijakan pengembangan Tanjung Api-Api. Status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api sebelumnya telah dicabut melalui Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2022.

Karena itu, pemerintah perlu menentukan model pengembangan kawasan ekonomi, industri, dan pelabuhan yang paling sesuai dengan kebutuhan Sumatera Selatan saat ini.

Menurut Arman, kepastian regulasi merupakan salah satu faktor penting bagi investor dalam mengambil keputusan. Selain itu, pemerintah perlu memastikan tahapan pembangunan, pembagian tanggung jawab antarlembaga, dan mekanisme kemitraan dengan pelaku usaha berjalan secara jelas.

Ia mendorong percepatan pembangunan pelabuhan, penguatan akses jalan dan jaringan logistik, serta pembentukan ekosistem industri pengolahan yang terhubung dengan komoditas unggulan daerah.

Kemitraan dengan investor nasional dan internasional juga dinilai dapat membuka peluang pembiayaan dan transfer teknologi, dengan tetap memperhatikan perlindungan lingkungan serta kepentingan masyarakat lokal.

Arman berharap pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dapat menetapkan target investasi, jadwal pembangunan, dan indikator keberhasilan yang terukur.

Menurutnya, pengembangan Tanjung Carat dan kawasan pendukungnya harus diarahkan untuk menciptakan manfaat ekonomi nyata, mulai dari peningkatan aktivitas industri hingga terbukanya lapangan kerja.

“ Kita tidak sedang membangun sekadar pelabuhan. Kita sedang membangun posisi strategis Indonesia dalam ekonomi Asia Tenggara,” pungkasnya.

Dengan perencanaan yang matang dan kebijakan yang konsisten, Arman berharap Sumatera Selatan dapat memperluas perannya dari daerah penghasil sumber daya alam menjadi kawasan industri dan perdagangan yang memiliki keterhubungan lebih kuat dengan pasar internasional (*)