Ketua Golkar Bondowoso Bela Bahlil, Minta Kader Tak Terpengaruh Isu Liar

Reporter : M Aris Effendi
Ketua Golkar Bondowoso, Ady Kriesna, saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Golkar Bersholawat di Aula DPD Golkar Bondowoso, Sabtu (7/11/2026).

Bondowoso, JatimUPdate.id, – Ketua DPD Partai Golkar Bondowoso, Ady Kriesna, meminta seluruh kader tetap solid dan tidak terpengaruh isu yang menyeret nama Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dalam dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan itu disampaikan Kriesna dalam acara Golkar Bersalawat (doa dan tasyakuran) memperingati HUT ke-62 Partai Golkar di Aula DPD Golkar Bondowoso, Sabtu (7/11/2026) malam. Di hadapan ratusan kader, tokoh muda Golkar yang dikenal dekat dengan generasi milenial dan Gen Z ini mengajak seluruh anggota partai untuk merapatkan barisan.

Baca juga: Sekjen Golkar Sebut Penyadapan Kepala Negara Pelanggaran Sangat Berat, Ancam Demokrasi

Menurut Kriesna, Sekretaris Jenderal Partai Golkar M. Sarmuji dan Ketua Umum Bahlil sudah memberikan bantahan atas isu tersebut. Ia menilai hal itu menjadi bukti bahwa Golkar tidak terlibat.

"Sekjen sudah mengklarifikasi, bahkan Ketum Bahlil sudah membantah dan meminta aparat untuk mengusut tuntas secara terbuka. Itu bukti Golkar tidak terlibat," kata Kriesna.

Ia meminta kader tidak mudah terpengaruh isu liar, framing, bahkan fitnah yang beredar di media sosial, karena kebenarannya belum bisa dibuktikan.

Baca juga: Bahlil Tepis Isu Terlibat Penyadapan Prabowo, Mengaku Ikut Jadi Korban

"Di zaman medsos sekarang ini, kadang kita mudah membenarkan ulasan seorang pedagang bakso terhadap sepiring rujak," ujar Kriesna filosofis.

Kriesna lalu mengajak kader Golkar Bondowoso mendukung penuh kepemimpinan Bahlil, mempercayakan pengusutan kasus kepada kepolisian, dan mendoakan Presiden Prabowo.

"Melalui Golkar Bersalawat ini, kita doakan Presiden Prabowo agar selalu dalam lindungan Allah SWT," ujarnya.

Baca juga: Golkar Bantah Isu Munaslub 29 November 2026, Poster Hoaks

Sebelumnya, Sarmuji menyatakan bahwa kabar yang tidak bisa diverifikasi sebaiknya diabaikan. Ia menilai penyadapan terhadap tokoh politik dapat mengancam demokrasi, sedangkan penyadapan terhadap kepala negara merupakan pelanggaran yang sangat berat.

Bahlil juga membantah isu tersebut. Dalam pidatonya di hadapan kader Golkar Maluku, ia mengaku dirinya ikut disadap dan meminta aparat mengusut kasus ini hingga tuntas. "Segera klarifikasi itu. Saya minta kepada aparat keamanan dan kepolisian untuk diusut tuntas, dibuka saja," ujar Ketua Umum DPP Partai Golkar tersebut. (ries/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Trending Minggu Ini
Berita Terbaru