Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara: Peluang Besar di Tengah Tantangan
Surabaya,JatimUPdate.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak kembali terpilih untuk periode 2025-2030. Pada periode kedua ini, mereka mengusung visi besar bertajuk "Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara", yang menegaskan posisi strategis provinsi ini sebagai penghubung utama perdagangan antara Indonesia bagian barat dan timur.
Pemimpin Redaksi Ayojatim.com, Harliantara, menilai visi tersebut membawa harapan besar bagi kemajuan Jawa Timur. Namun, ia menyoroti pentingnya arah yang jelas dalam penerapannya.
Baca Juga: Pemeriksaan Gubernur Jatim oleh Jaksa KPK di PN Tipikor Surabaya Batal Digelar
"Apakah Jawa Timur akan fokus pada peran sebagai penghubung ke IKN, atau memperkuat posisinya sebagai pusat ekonomi dan perdagangan untuk seluruh wilayah Nusantara? Ini harus dirumuskan secara jelas agar tidak kehilangan arah," kata Harliantara dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara, Peluang & Tantangan?" di RKTP Cafe Surabaya, baru-baru ini.
Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Jairi Irawan, menilai bahwa visi ini bisa menjadi kekuatan pemersatu jika mampu diintegrasikan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.
"Itu sebagai spirit yang akan mempersatukan gerak langkah seluruh daerah di Jawa Timur," ujarnya.
Namun, di balik potensi besar itu, terdapat tantangan yang tak bisa diabaikan. Baihaki Sirajt, Direktur Eksekutif Lembaga Survei Accurate Research And Consulting Indonesia (ARCI), mengingatkan agar visi ini tidak hanya berakhir sebagai jargon semata.
Baca Juga: Gelar Rakorda: Pordi Jawa Timur Mantapkan Arah Program Organisasi Tahun 2026
"Kalau dalam 100 hari kerja pertama tidak ada progres yang jelas, maka masyarakat akan menganggap ini hanya slogan belaka," tegas Baihaki.
Sementara itu, Ketua DPW PKS Jatim, Irwan Setiawan, tetap optimis bahwa Khofifah-Emil mampu merealisasikan visi besar ini.
"Kuncinya adalah kolaborasi antara pemerintah, partai politik, swasta, dan masyarakat. Jika itu terwujud, saya yakin Jawa Timur akan menjadi lokomotif utama pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Kang Irwan.
Baca Juga: Khofifah: Jawa Timur Terus Menguat sebagai Magnet Wisata Nusantara dan Mancanegara
Menurutnya, Jawa Timur memiliki potensi besar, baik dari sektor industri, pertanian, hingga pariwisata. Jika potensi ini digarap serius, visi "Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara" bukan sekadar angan-angan kosong.
"Di periode pertama saja, Bu Khofifah berhasil menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), meski di tengah tantangan besar seperti pandemi Covid-19. Ini jadi modal kuat untuk melangkah lebih jauh," pungkasnya. (roy)
Editor : Miftahul Rachman