PDM Bondowoso Gelar Halal Bihalal, Teguhkan Trilogi Organisasi dan Dorong Kaderisasi Muda

Reporter : -
PDM Bondowoso Gelar Halal Bihalal, Teguhkan Trilogi Organisasi dan Dorong Kaderisasi Muda
Sambutan Ketua Umum PDM Bondowoso, Muhammad Malik, M.Ag.

 

Bondowoso, JatimUpdate.id, –  
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bondowoso menggelar acara halal bihalal (Syawalan) di Masjid Al Huda, Dabasah, Bondowoso, Minggu (27/4/2025) pagi.

Baca Juga: BREAKINGNEWS: Jembatan Sukowiryo di Jalan Mastrip Bondowoso Ambrol Satu Sisi, Akses Dibatasi Ketat

Acara ini dihadiri oleh Ketua PDM Bondowoso, Muhammad Malik, M.Ag., Ketua PD Aisyiyah Bondowoso, serta ratusan warga Muhammadiyah dari berbagai cabang dan ranting se-Bondowoso.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi antarwarga Muhammadiyah, tetapi juga sebagai momentum penting untuk memperkokoh komitmen gerakan dakwah Islam di daerah.

Selain halal bihalal, acara ini juga diisi dengan kajian keislaman guna memperdalam pemahaman warga terhadap prinsip dan arah perjuangan Muhammadiyah.

Teguhkan Trilogi Organisasi Muhammadiyah

Dalam sambutannya, Muhammad Malik menegaskan pentingnya menghidupkan trilogi organisasi Muhammadiyah, yaitu sebagai gerakan organisasi, gerakan dakwah, dan gerakan fiqroh (pemikiran dan pemahaman).

Menurutnya, ketiga pilar ini harus dijalankan secara seimbang agar Muhammadiyah tetap berkembang dan kontributif terhadap umat.

"Sebagai gerakan organisasi, Muhammadiyah harus dikelola secara profesional dan modern. Sebagai gerakan dakwah, kita wajib aktif menyeru kepada kebaikan. Dan sebagai gerakan fiqroh, kita harus terus memperdalam pemahaman Islam agar tidak terjebak dalam praktik yang tidak berdasar," jelas Malik.

Ia menekankan bahwa trilogi ini harus menjadi landasan dalam seluruh aktivitas Muhammadiyah, baik di bidang pendidikan, sosial, maupun dakwah kemasyarakatan.

Pentingnya Kaderisasi untuk Masa Depan Organisasi

Selain membahas trilogi Muhammadiyah, Malik juga menekankan pentingnya kaderisasi untuk menjaga kesinambungan perjuangan organisasi.

Baca Juga: Retribusi Administrasi Dihapus, Raperda Pajak Baru di Bondowoso Permudah Layanan Publik

Ia mendorong agar kader muda Muhammadiyah diberikan ruang untuk tumbuh, diberi kepercayaan untuk menyampaikan gagasan baru, dan dilibatkan dalam berbagai program strategis yang akan datang.

"Kita tidak bisa terus bergantung pada generasi senior. Kader muda harus diberi kesempatan untuk maju, berani menyampaikan ide-ide segar, dan siap melanjutkan estafet perjuangan Muhammadiyah di Bondowoso," ujar Malik.

*Menguatkan Komitmen Kembali ke Al-Qur'an dan Sunnah*

Rangkaian acara halal bihalal ini juga diisi dengan kajian keislaman bertajuk "Memahami Slogan Kembali ke Al-Qur'an dan Sunnah ala Muhammadiyah" yang disampaikan oleh Ustadz Yusmi Ridho, Lc.

Dalam ceramahnya, Ustadz Yusmi mengingatkan agar warga Muhammadiyah tidak terjebak pada slogan semata. Ia mendorong pemahaman mendalam terhadap Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW.

"Jangan hanya berhenti di slogan. Kita harus mengkaji, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Islam secara kritis dan berbasis dalil," tegasnya.

Baca Juga: Abdul Mu’ti: Pendidikan Tak Boleh Hanya Cetak Orang Pintar, Tapi Khalifah yang Memakmurkan Bumi

Ia juga mengingatkan pentingnya literasi keislaman yang kuat agar warga Muhammadiyah mampu membedakan prinsip agama yang hakiki dari tradisi atau kebiasaan yang tidak berdasar syariat.

"Kader Muhammadiyah harus berkomitmen mengikuti uswah Nabi Muhammad, dan memperdalam ilmu melalui pengajian resmi yang diselenggarakan Muhammadiyah," tambahnya.

*Suasana Hangat dan Penuh Keakraban*

Setelah rangkaian acara resmi dan kajian selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah. Para peserta menikmati berbagai hidangan yang telah disiapkan panitia, sambil berbincang santai dan saling mempererat ukhuwah islamiyah.

Suasana keakraban sangat terasa, menandai kuatnya ikatan silaturahmi di antara warga Muhammadiyah Bondowoso.

Panitia berharap, momentum halal bihalal ini menjadi titik awal penguatan dakwah Muhammadiyah di Bondowoso sekaligus memperkokoh konsolidasi kader di semua tingkatan untuk menghadapi tantangan dakwah di masa depan.

Editor : Yuris. T. Hidayat