Bagas Sebut Warga Enggan Aset Pemkot di Kebraon Dibangun Taman

Reporter : -
Bagas Sebut Warga Enggan Aset Pemkot di Kebraon Dibangun Taman
Bagas Imam Waluyo, dok Jatimupdate.id/roy

Surabaya,JatimUPdate.id - Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Bagus Imam Waluyo, menuturkan warga keberatan aset milik Pemkot Surabaya di Kebraon akan dibangun taman.

Menurutnya, warga mengaku khawatir jika taman tersebut ke depannya akan dimanfaatkan oleh pengembang di kawasan tersebut.

Baca Juga: KBS Resmi Jadi Perumda, Manajemen Kebun Binatang Surabaya Siap Benahi Legalitas

"Sangat luas, cuma terhalangnya sutet dan yang ditakutkan oleh masyarakat Kebraon ataupun Karangpilang, kalau dibangun taman nanti akan dimanfaatkan oleh perumahan atau pengembang yang ada di belakang itu, Grand Harvest itu." kata Bagas, Rabu (17/9).

Bagas menuturkan aset itu merupakan tanah desa yang akan diperuntukkan ruang terbuka hijau (RTH). Sebelumnya terdapat pertokoan maupun tempat jualan UMKM.

"Sebelumnya pertokoan ataupun jual makanan lalu ada UMKM ada STMJ dan lain sebagainya. Saat ini dihancurkan rencananya akan dibangun taman," ujarnya.

Baca Juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus

Ia menjelaskan, usai Komisi B DPRD Surabaya rapat dengan BPKAD mencuat beberapa usulan terkait pemanfaatan aset tersebut.

Usulan itu, urai Bagas untuk pemberdayaan masyarakat, atau pembangunan jasa dan perdagangan

"Rapat dengan BPKAD akan digunakan untuk pemberdayaan masyarakat, karena peruntukan tanah tersebut untuk jasa dan perdagangan. Jadi ke depannya mana yang kita prioritas untuk pemberdayaan masyarakat ataupun jasa untuk masyarakat, itu kita prioritaskan." beber Bagas.

Baca Juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi

Kendati begitu, sebut Bagas dalam rapat dengan BPKAD juga menggelinding banyak RW di wilayah tersebut tidak memiliki balai.

"Ada beberapa RW yang tidak memiliki balai RW. Dan kita Komisi B ingin mengajukan ataupun memprioritaskan RW-RW yang tidak ada balai RW bisa kita bangun di tanah itu." demikian Bagas Imam Waluyo. (Roy)

Editor : Miftahul Rachman