Pelatihan Catrans, Wamen Viva Yoga: Menjadi Transmigran Perlu Mental dan Niat Yang Kuat

Reporter : -
Pelatihan Catrans, Wamen Viva Yoga: Menjadi Transmigran Perlu Mental dan Niat Yang Kuat
Wamen Transmigrasi Viva Yoga Mauladi sedang berswafoto dengan calon transmigrasi di Sleman Yogyakarta saat pelatihan. (Foto Kemenstransmigrasi for JatimUPdate.id)

 

Sleman, Yogyakarta, JatimUPdate.id - Sebuah dialog terjadi saat pelatihan calon transmigran.

Baca Juga: Satu Tahun CKG, Wamen Viva Yoga: Masyarakat Sehat Negara Kuat Produktifitas Meningkat

“Apakah Bapak-Ibu siap berangkat dengan ikhlas dan sukarela?”.  
“Siap”.
“Tidak mengundurkan diri?”.
“Tidak”.
“Yakin”.
“Yakin”.
 
Percakapan di atas merupakan dialog antara Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi dan 78 Kepala Keluarga (KK) calon transmigrasi (catrans) di Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BPPMT) Yogyakarta, Sleman, Yogyakarta, (27/09/2025).
 
Sebelum diberangkatkan ke Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan; Poso Sulawesi Tengah, Poliwali Mandar Sulawesi Barat, dan Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku, mereka mengikuti pelatihan mulai 27 September hingga 3 Oktober 2025.
 
Menurut Viva Yoga transmigrasi saat ini memiliki paradigma baru. Transmigrasi bukan hanya sekadar memindahkan penduduk namun sekarang lebih berorientasi pada peningkatan kesejahteracan masyarakat.

“Antara Kementerian Transmigrasi dan catrans memiliki tekad yang sama yakni menciptakan masyarakat sejahtera”, ujar Viva Yoga.
 
Diungkapkan, pindah ke tempat baru dan meninggalkan tempat di mana manusia dilahirkan dan dibesarkan adalah suatu yang berat. Meski demikian diingatkan bahwa di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.

 “Di mana pun kita ditempatkan di situ masih tanah Indonesia, rumah kita sendiri”, tuturnya.
 
Ditegaskan kembali, paling penting, agar catrans mempersiapkan mental dan niat sebab tidak jarang sesudah tiga, empat bulan, tidak betah dan kembali ke kampung halaman di Jawa. 

 “Kami berharap Bapak-Ibu benar-benar sungguh-sungguh. Jangan ragu-ragu”, tambahnya.

Baca Juga: Wamen Viva Yoga Ajak AKSI Bangun Kawasan Transmigrasi

Bila masih ada sikap yang demikian hal demikian merepotkan Kementerian Transmigrasi.

Kementerian ini betul-betul menginginkan perpindahan penduduk bukan membawa masalah namun ingin memberikan solusi bagi pembangunan nasional.
 
Di pemukiman dan kawasan transmigrasi, transmigran dipentingkan untuk selalu bekoordinasi dengan Kementerian Transmigrasi dan pemerintah daerah.

Program ini merupakan bagian dari reforma agraria di mana memberikan tanah bagi rakyat untuk dijadikan lahan garapan, rumah, dan pemukiman.
 
Dalam masa pembinaan selama kurang lebih satu tahun, mereka mendapat tanggungan biaya hidup, jadup, sekitar Rp3,1 juta hingga Rp3,3 juta.

Baca Juga: Rakernas V PATRI, Wamen Viva Yoga: PATRI Mitra Strategis Dalam Pembangunan Kawasan Transmigrasi

Saat diberangkatkan diberi uang bekal sebesar Rp25 juta. Setelah melalui pembinaan diharap mereka bisa mandiri.

“Kementerian Transmigrasi kurang lebih selama satu tahun bertanggungjawab dan memberi pembinaan”, ungkapnya.

 Setelah itu diharap transmigran mandiri dan produktif dari lahan yang mereka tempati. (rilis/roy/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat