Komcad Transmigran Ikuti Pelatihan Militer dan Bahasa Jepang

Reporter : -
Komcad Transmigran Ikuti Pelatihan Militer dan Bahasa Jepang
Suasana Diklatsarmil Pemuda-Pemudi asal Kawasan Transmigrasi yang dilatih militer dalam rangka sebagai tenaga cadangan negara.

 

Jakarta, JatimUPdate.id - Program pembentukan Komponen Cadangan (Komcad) bagi kalangan transmigran kini semakin menarik perhatian.

Lebih dari sekadar pelatihan militer, peserta Komcad juga mendapatkan kesempatan belajar bahasa Jepang sebagai persiapan menghadapi peluang magang internasional.

Sebanyak 300 anggota Komcad transmigran, terdiri dari 246 pria dan 54 wanita, mengikuti pelatihan dasar militer selama dua bulan yang digelar di Matra Darat, Bandung, Jawa Barat.

Program ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Transmigrasi untuk membentuk pasukan cadangan yang siap menghadapi situasi darurat, baik perang maupun bencana.

Pelatihan militer yang mereka jalani mencakup berbagai materi, mulai dari navigasi di medan berat, teknik bertahan hidup (survival), hingga penguasaan senapan SS2 M5.

Namun, tujuan utama bukan hanya kemampuan tempur semata. Program ini juga menitikberatkan pada pembentukan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di kawasan transmigrasi, mendukung pengembangan daerah sekaligus memperkuat kesiapsiagaan nasional.

Para peserta menjalani latihan selama dua bulan penuh di Bandung, Jawa Barat, sejak awal Oktober 2025. Lokasi ini dipilih karena fasilitas pelatihan militer yang lengkap dan mendukung kebutuhan pembelajaran dasar militer bagi Komcad.

Selain pelatihan militer, anggota Komcad juga mengikuti kursus bahasa Jepang. Langkah ini merupakan bagian dari strategi untuk membuka peluang bagi mereka mengikuti program magang di Jepang.

Dengan kemampuan bahasa asing, khususnya bahasa Jepang, para transmigran diharapkan dapat mengembangkan keterampilan dan pengalaman internasional sebelum kembali mengabdi dan berkontribusi di daerah transmigrasi masing-masing.

Kementerian Transmigrasi melihat peluang ini sebagai cara untuk meningkatkan daya saing dan kualitas SDM, sekaligus memperluas jaringan kerja sama internasional yang berdampak positif bagi pembangunan daerah.

Proses rekrutmen Komcad transmigran dilakukan secara kolaboratif antara Kementerian Transmigrasi dan TNI Angkatan Darat, khususnya para Babinsa di daerah.

Dalam waktu dua minggu, hampir 500 pendaftar berhasil dijaring, dan dari jumlah tersebut, 300 orang terpilih untuk mengikuti pelatihan angkatan pertama.

Keterlibatan Babinsa dalam proses ini menjadi kunci karena mereka memiliki akses langsung dan pemahaman mendalam tentang kondisi masyarakat transmigran di wilayahnya.

Pendekatan ini memudahkan seleksi dan menjamin kualitas peserta yang direkrut.

Program Komcad transmigran bukan hanya soal membentuk pasukan cadangan militer, tetapi juga investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia yang berdaya saing tinggi.

Dengan pelatihan militer dan bahasa Jepang, para peserta dipersiapkan untuk menghadapi tantangan di tingkat nasional maupun internasional. Inisiatif ini menjadi contoh sinergi antara pertahanan, pengembangan SDM, dan diplomasi kerja yang dapat membuka berbagai peluang baru bagi masyarakat transmigran. (dek/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat